Sedekah Bumi Ngesong Dukuh Kupang Lestarikan Budaya Jawa

CB, SURABAYA. Melihat tumpeng itu hal yang biasa, tapi kali ini suasana sangat berbedah di Ngesong Dukuh Kupang ,RW 6 membawai  5 RT dan hampir kurang Lebih 700 Jiwa,  Kelurahan Dukuh Kupang, Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya.

Hal yang menarik adalah dengan hadirnya tumpeng raksasa dengan ketinggian hampir 5 meter lebih,   dibuat secara sukarela dan gotong royong oleh warga ngesong Dukuh Kupang pada minggu 8 oktober 2017 pada acara sedekah bumi.

Yono Selaku Ketua RW 6 mengatakan “ acara sedekah bumi ini kami adakan tiap tahun,  sebagai wujud syukur kami pada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan nikmat dan rejeki yang berlimpah pada kami selama ini dan juga sebagai wujud kebersamaan kami “ Kata yono

Terlihat sangat meriah sekali suasana minggu pagi itu, dengan diadakanya lomba tumpeng , ada juga tari tarian yang dimainkan oleh warga setempat, termasuk anak anak sekolah dari SDN Dukuh Kupang 3, SMU Margie , turut dimeriahkan juga  barongsay selain wayangan semalam suntuk.

“ Disini tiap tahun kami selalu membuat inovasi dalam acara sakral ini ,tahun lalu kami mengadakan anoman menari  diatas ditarik pakai Krem, untuk tahun ini kami menampilkan Gajah Mada sebagai sosok pemersatu , agar kami semua warga yang multi etknis saling bersatu tidak membedakan satu sama lain “ Harap Yono

Didalam area punden sendiri terdapat sumur tua yang dituakan oleh masyarakat, dengan banyak kejadian menarik yang patut jadi teladan kita, salah satu contoh sumur tersebut tidak pernah habis walapun musim kemarau.

Menurut cerita dari sesepuh kampung Ramelan, “ cerita mengenai sumur yang dituakan dan dijadikan tempat untuk acara tersebut, dikisahkan dulu ada murid Sunan Ampel namanya Mbah Pilang ketika akan menemui istrinya Putri cempo di Mojokerto dalam perjalananya  merasakan haus Mbah pilang mencoba mengali tanah pakai tangan dan munculah mata air jernih tersebut lalu diminumlah air tersebut,  singkat cerita temuan air tersebut dilaporkan pada Kanjeng Sunan Ampel atas perintah Kanjeng Sunan Beliau Disuruh Menjaga kejernihan mata air tersebut hingga kini air tersebut sangat jernih dan bisa langsung diminum , bahkan menurut mitos air tersebut bisa untuk penyembuhan segala macam penyakit dan lain lain, tapi semua itu kembali pada Kebesaran  Allah “ Kata Ramelan.

“ Kami sangat senang dengan acara ini , sebab ini bagian dari budaya yang harus dilestarikan , dan sebagai bentuk pemersatu warga atas rasa kebersamaan “ Ujar Bambang warga setempat.

“ Kami selaku Kepanjangan Tangan Dari warga berharap Pemerintah Kota Surabaya bisa menjadikan acara sedekah bumi ini,  sebagai agenda tahunan Pemkot Surabaya, sebagai wujud peduli pada budayah jawa yang sangat khas dan hampir punah dengan terjangan kemajuan jaman “ Pungkas  Yono Ketua RW 6. ( budi)

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *