Bandar Sabu Dituntut 13 Tahun Penjara

CB, SURABAYA – Yurip Iswandono, terdakwa kasus peredaran narkoba jenis sabu seberat 105 gram hanya bisa tertunduk lesu mendengar dirinya dituntut 13 tahun penjara. Dalam kasus ini, terdakwa menolak didampingi pengacara.

Oleh jaksa penuntut umum Sukisno, terdakwa dianggap terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah telah mengedarkan sabu seberat 105 gram sesuai pasal 114 ayat 2 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. “Menuntut terdakwa dengan hukuman 13 tahun penjara,” ujar jaksa Sukisno pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (17/10/2017).

Atas tuntutan tersebut, terdakwa langsung lemas dan enggan menanggapi. Usai pembacaan tuntutan, ketua majelis hakim Timur Pradoko memberi kesempatan kepada terdakwa untuk mengajukan pembelaan (pledoi) pada sidang selanjutnya.

Hal berbeda terlihat sebelum terdakwa menjalani persidangan. Sikap terdakwa yang menolak didampingi pengacara membuat hakim Timur Pradoko terpaksa bersikap tegas. “Karena kamu tidak mau didampingi kuasa hukm, sekarang tolong tanda tangani surat pernyataan ini,” ujar hakim Timur Pradoko kepada terdakwa.

Mendapat perintah tersebut, terdakwa langsung menuju meja majelis hakim dan langsung menandatangani surat pernyataan penolakan pengacara. Tidak ada kata sepatah pun yang dilontarkan terdakwa selama persidangan.

Dalam surat dakwaan dijelaskan, terdakwa dibekuk Satreskoba Polrestabes Surabaya di Jalan Tawangsari Barat, Sidoarjo pada April 2017. Saat ditangkap, petugas berhasil menemukan barang bukti sebanyak 5 poket sabu dengan total seberat 105.

Selain itu, polisi juga menyita barang bukti diantaranya, dua ATM, buku rekening tabungan, uang tunai Rp 147 juta, 5 klip plastik, timbangan elektrik, sedotan, dan buku rekapan penjualan. (Zai)

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *