Dianggap Beri Keterangan Palsu, Dokter Pujo Hartono Bakal Dipolisikan

CB, SURABAYA – Dokter Aucky Hinting dinyatakan tidak bersalah oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya atas kasus dugaan malpraktik bayi tabung yang meninpa pasangan suami istri (pasutri) Tomy Han dan Evelyn Soputra. Namun keputusan itu diambil IDI Surabaya tanpa melalui proses sidang kode etik.

Keputusan yang menyebut bahwa dokter Aucky dinyatakan tidak bersalah tanpa melakui sidang kode etik terungkap dari keterangan dokter Pujo Hartono, mantan Ketua IDI Surabaya saat diperiksa sebagai saksi pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (19/10/2017). “Kami hanya menyimpulkan dari pendapat kami, menurut saya tidak perlu ada sidang kode etik,” kata dokter Pujo menjawab pertanyaan Eduard Rudy Suharto, kuasa hukum Tomy Han dan Evely Soputra.

Keterangan dokter Pujo yang menyebutkan bahwa dokter Aucky tidak bersalah tanpa melalui proses persidangan kode etik ternyata justru membuat majelis hakim heran. Menurut ketua majelis hakim Dewi Isnaeni, sebagai organisasi seharusnya IDI tertib administrasi saat menangani permasalahan-permasalah terkait pengaduan pasien. “Semestinya organisasi sebesar ini harus tertib administrasi yang disertai notulen-notulen,” kata hakim Dewi.

Usai sidang, Eduard Rudy menyebut bahwa IDI Surabaya telah melakukan pembohongan saat menangani pengaduan Tomy Han dan Evelyn Soputra. “Ada keterangan yang tidak singkron antara persidangan hari ini dengan persidangan di perkara perdata nomor 325. Saat itu tim kuasa hukum dokter Aucky menyebut sudah ada sidang kode etik, tapi nyatanya sekarang terungkap kalau tidak pernah ada sidang kode etik. Dan menurut saya IDI telah berbohong,” katanya.

Tak hanya itu, Ketua DPC KAI Surabaya ini menyebut IDI Surabaya tidak profesional saat menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pengawas kinerja dokter di Surabaya. “IDI jangan malah melindungi anggotanya yang nakal,” tegas Rudy.

Dalam pengaduan kliennya, Rudy melihat bahwa IDI Surabaya tidak fair dan terkesan menutup-nutupi kenakalan dokter Aucky. “Klien kami tidak pernah diinformasikan perkembangan pengaduannya, karena itulah IDI kami gugat karena tidak pernah melakukan sidang kode etik pada Aucky Hinting,” bebernya.

Rudy pun berencana akan menempuh jalur hukum terkait perbedaan keterangan antara dokter Pujo dengan keterangan tim kuasa hukum dokter Aucky soal ada tidaknya sidang kode etik. “Akan kami pidanakan, untuk membuktikan siapa yang berbohong,” pungkas Rudy kepada wartawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Evelyn dan suaminya yaitu Tomy Han yang ingin memiliki bayi laki-laki akhirnya sepakat untuk mengikuti program bayi tabung atas saran dokter Aucky dan telah membayar Rp 47 juta. Namun keinginan itu justru meleset karena Evelyn ternyata mengadung bayi berjenis kelamin perempuan.

Ironisnya setelah dilahirkan, kondisi kesehatan bayi perempuan Evelyn dan Tomy Han terus memburuk. Hasil bayi tabung itu dinyatakan mengalami gangguan usus yang parah dan kerap keluar masuk rumah sakit. (Zainal)

 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *