Kejari Surabaya Belum Terima SPDP Kasus Staf Kejaksaan Nyabu

CB, SURABAYA – Seminggu usai menangkap pengacara dan staf Kejakaan Negeri (Kejari) Bondowoso atas kasus penyalahgunaan sabu, Polrestabes Surabaya tak kunjung mengirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya. Belum diketahui apa penyebab lambannya pengiriman SPDP tersebut.

Didik Adyotomo, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Surabaya mengaku bahwa pihaknya sampai saat ini belum menerima SPDP atas nama tiga tersangka yaitu RN, RR, dan RB (inisial). “Kemarin sudah saya tanyakan ke staf saya, ternyata belum ada,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Rabu (18/10/2017).

Ia mengaku belum mengetahui apakah nanti penyidik Polrestabes Surabaya bakal mengirimkan SPDP kasus tersebut ke Kejari Surabaya. “Belum tahu kalau soal itu, kita tunggu saja,” kilah jaksa yang tahun lalu menjabat sebagai Kepala Seksi Intel (Kasintel) Kejari Surabaya ini.

Perlu diketahui, kasus ini terungkap saat Satreskoba Polrestabes Surabaya menggerebek pesta sabu di sebuah rumah kos di Jalan Adiyawarman, Surabaya pada 11 Oktober lalu. Pada penggerebekan tersebut, polisi berhasil mengamankan tiga tersangka diantaranya, RN (pengacara), RB (staf Kejari Bondowoso), dan DD (warga sipil).

Polisi menyita barang bukti pipet yang masih terdapat sisa sabu milik ketiga tersangka. Kepada polisi, ketiga tersangka mengaku mendapat suplai sabu dari seseorang asal Madura. (Zai)

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *