Rapat Dengan Bina Program dan BPJS Komisi D Usir Wartawan

CB, SURABAYA – Sungguh diluar dugaan saat para jurnalis yang biasa meliput di dewan mendapat perlakuan kurang nyaman dari Komisi D DPRD Surabaya meminta para jurnalis ke luar ruangan saat dengar pendapat dengan Bagian Bina Program pemkot surabaya dan BPJS Ketenaga kerjaan Surabaya.

Ketua Komisi D, Agustin Poliana, usai dengar pendapat mengungkapkan, permintaannya agar para jurnalis tak mengikuti rapat tertutup atas permintaan Kepala Bagian Bina program Pemkot Surabaya, Dedi Irianto.

“Sebenarnya tak tertutup, Cuma Bagian Bina program minta tertutup,” ungkapnya. Selasa (24/10)

Ia mengaku, alasan rapat dilaksanakan tertutup, sebab agendanya menyangkut keberadaan tenaga Out Sourcing. Pasalnya, mereka direkrut lewat proses pengadaan barang dan jasa. Persoalan lainnya, menyangkut ketidaksesuaian data kepesertaan BPJS ketenaga kerjaan.

“Dari sekitar 17.800 orang, sebagian belum menerima kartu BPJS,” ujarnya

Agustin mengurai, sebanyak 17.800 peserta BPJS tersebut, sebanyak 14.000 berada di organisasi pemerintah daerah dan sisanya adalah tenaga pengajar di SD dan SMP. Ia berharap, semua tenaga kerja baik formal maupun non formal tercover seluruhnya, karena menyangkut keselamatan.

“Mereka rata-rata kan bekerja naik motor, jadi rentan bahaya, Jika sampai sekarang belum terima kartunya kan disayangkan,” ucapnya.

Padahal menurutnya, seluruh biaya BPJS sudah ditanggung pemerintah kota. Agustin mengharapkan, 7 hari setelah premi BPJS dibayarkan, kartunya sudha diterima yang bersangkutan.

“Jadi aman, kalau ada apa-apabisa langsung klaim,” tegasnya

Agustin mengatakan, untuk menyelesaikan persoalan perbedaan data, pihaknya meminta BPJS melakukan sinkronisasi dengan Bagian Bina Program, karena tenaga kontrak ada yang berlangsung selama 3- 6 bulan.

Sementara itu, Suharto Kepala BPJS ketenagakerjaan cabang Karikun Jawa Surabaya membenarkan ada komplain terkait kartu peserta BPJS dari non ASN Pemkot Surabaya.

“Banyak data yang tidak sesuai dengan KTP elektronik. Maka banyak yang tidak bisa dicetak. Dan ada yang keleiru distribusi. Tetapi kami berkomitmen membuat tim unuk singkronisasi,” tandas Suharto. (bud)

 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *