TRIWULAN 2 DANA BOS DIDUGA BERMASALAH

CB, SULAWESI – Gara-gara penyedia Buku Lambat  beberapa Kepala sekolah SD mengeluh sehingga berdampak ke siswa karena proses belajar mengajar jadi terlambat menerima Ilmu yang baru dari pengadaan buku baru tersebut.

Hal itu dialami Khususnya untuk wilayah Kecamatan Ongka Malino Kabupaten Parigi Mouotng Profinsi Sulawesi Tengah hampir Mayoritas belum membelanjakan Buku dana Bos Triwulan II, dan hal ini perlu dipertanyakan ada apa sebenarnya…?
Sudah jelas-jelas, aturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2017 tentang petunjuk Tekhnis Bantuan Operasional seperti disebutkan didalamnya ( Ketentuan Pengunaan dana Bos pada SD dan SMP sebagai berikut : a) sekolah Wajib membeli /menyediakan buku teks pelajaran untuk peserta didik dan buku panduan guru sesuai dengan kurikulum yang digunakan oleh sekolah ..) Poin untuk no 4 berbunyi ; Buku Teks yang harus dibeli Sekolah merupakan buku teks Pelajaran yang telah dinilai dan telah ditetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Nya oleh kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. untuk selengkapnya tentang petunjuk Tekhnis dana Bos tersebut Bisa dibuka di Aturan Yang disebutkan diatas .

Aturan tentang Petunjuk Tekhnis Dana Bos diterima oleh nara sumber yang jelas termasuk petugas pendidikan, maka dari itu sesuai dengan aturan petunjuk dana Bos Tim turun menelusuri penggunaan dana Bos yang 20 % dua Minggu, lalu ternyata sebagaian sekolah belum membelanjakan tetap dengan alasan seperti diatas ‘’lambat penyedia Buku’’ . sementara sudah memasuki ke Triwulan Ketiga belum ada juga laporan pertanggung jawaban.

Seperti kepala Sekolah SD Inpres 2 Ongka Rubiyo S.Pd menjelaskan lewat Hp 085241188xxx ungkapan Rubiyo Minggu Kemarin “bahwa dana bos sudah saya cairkan dan buku kami sudah pesan dengan penyedia lewat UPTD Pendidikan Ongka Malino “.   untuk melihat perkembangan tentang pengunaan dana Bos Awak Media Menghubungi Lagi Lewat Hp Jum,at kemarin Rubiyo menyebutkan bahwa uang dana bos masih direkening dan buku sebagaian baru  terbelanja,   kata Rubiyo sebutnya lewat Hp. Dari ungkapan Rubiyo pada hari Jum’at 27/10 berbeda dengan minggu kemarin tentang pencairan dana Bos tersebut ungkapan hari jumat masih direkening dana Bos untuk minggu kemarin sudah dicairkan pernyataan berbelit, pada akhirnya kelabakan saat ditanya oleh awak Media diduga penggunaan Dana Bos Tidak Jelas . Rubiyo mengakui bahwa bukan Cuma dia terjadi kasus seperti ini namun sekolah lain banyak kasusnya seperti dia.

saat diwawancarai Sukri S.Pd selaku Uptd Pendidikan, membenarkan bahwa memang ada ket erlambatan dalam penyedia buku dia hanya selaku penghubung antara sekolah yang di pimpin diwilayahnya.

Anehnya dengan pernyataan dilontarkan ke awak Media Rubiyo kembali menelpon untuk jangan dinaikan koran lewat no Hp 085824321xxx ( Tim )

 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *