PDAM Jamin Target 100 % Air Bersih Surabaya Tercapai 2018

CB, SURABAYA – PDAM Surya Sembada menjamin pasokan air minum melalui jaringan pipa PDAM akan menjangkau sampai ke ujung Kota Surabaya, sehingga segenap warga kota tak terkecuali MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) akan bisa menikmati pasokan air minum dari PDAM.

Hal itu sesuai yang ditetapkan pemerintah dalam RPJM Nasioanal bahwa target 100 % air bersih kepada masyarakat harus tercapai pada tahun 2019. Namun begitu PDAM Surya Sembada menyatakan yakin dan mampu mempercepat pencapaian target tersebut pada tahun 2018, semua warga Surabaya bisa terakses air bersih PDAM.

“Karena pencapaian 100 % air minum di seluruh Surabaya itu adalah hak warga !” tutur Ir Mujiaman, Dirut PDAM Surya Sembada, Surabaya, kepada wartawan di sela – sela acara memperingati HUT PDAM ke 41 di pelataran parkir PDAM Surya Sembada, yang kali ini mengambil tema : “Kerja Keras, Cerdas dan Ikhlas Untuk Mewujudkan Zero TDA”.

Lebih lanjut dirincikan target pencapaian tersebut oleh Dirut. Menurutnya, PDAM akan meningkatkan kapasistas instalasi dari 9900 liter/detik yang tercapai pada 2016, pada tahun 2017 ini naik 1000 sehingga sekitar 10.850 liter/detik, atau naik sekitar 10%. Kemudian 2018 kita akan investasi sebanyak Rp 520 milyar untuk jaringan dan untuk menambah kapasitas 1100 liter/detik .

Tidak hanya itu, untuk menjangkau pasokan air bersih sampai ke ujung Surabaya, PDAM juga akan membangu reserfoar – reserfoar di tengah kota, antara lain di Krembangan, Lakarsantri, Putat Gede, di Ketegan, Pradah, Kalijudan, dan Pegirikan. “Kita akan tanam di sana reserfoar – reserfoar yang sebagian pembangunannya sudah selesai bulan desember ini, sekitar 12.000 meter kubik lagi akan selesai 2018. Sehingga di situ ada tambahan cadangan air dan tambahan pompa. Itulah yang akan meyakinkan kita bahwa zero TDA itu optimis bisa kita capai pada 2018,” terangnya.

Meski begitu pihaknya tidak akan menaikkan tarif langganan air PDAM bagi warga kota. Sesuai komitmen dari Walikota Surabaya, katanya, kita tidak boleh menaikkan tarif, jadi belum ada kenaikan tarif.

Dengan efisiensi, kata Mujiaman, kita bisa meningkatkan investasi dari yang sebelumnya sekitar Rp 150 milyar menjadi Rp 520 milyar. Keuntungannya juga kita harapkan meningkat dari yang sebelumnya sekitar Rp 215 milyar menjadi Rp 240 milyar tahun 2018, sehingga yang utama adalah meningkatkan pelayanan masyarakat di sisi lain juga meningkatkan kesejahteraan karyawan.

“Jadi, siapa pun warga kota yang belum dapat jaringan air bersih, agar melaporkan. PDAM berkewajiban membantu mempersiapkan jaringannya. Jadi jaringan gratis untuk masyarakat berpenghasilan rendah, kita bantu untuk pasang segera,” tuturnya, seraya menambahkan, kreteria warga yang mendapat jaringan / pasang gratis akan disampaikan nanti.

Begitu juga kalau ada jaringan yang terputus oleh pembangunan drainase dan sebagainya, segera laporkan dan akan kita perbaiki. Soal ada kucuran air PDAM yang lambat, itu karena jaringan pdam kita itu ada yang dibangun pada jaman belanda, atau dibangun pada 30 tahun  yang lalu, sedangkan sekarang kota sudah berkembang dan pompa – pompa nya kita adakan penambahan sehingga 2018 akan kita buat lagi yang akan membantu memperkuat tekanan air kota. (bud)

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *