Hina Tuhan Umat Kristen Di Group FB, Pria ini Diringkus Resmob Bondowoso

Bondowoso – Sosial Media (Sosmed) atau dunia maya sangatlah bermanfaat untuk bersosialisasi dengan semua orang di dunia, akan tetapi sangatlah fatal jika kita sebagai pengguna Sosmed tidak bijak menggunakannya. Salah satunya Fajar Sudaryanto, warga Desa Klabang Kabupaten Bondowoso, di ringkus Resmob (Reserse Mobile) Polres bondowoso lantaran mengujar kebencian (SARA) di Group Sosmed Facebook.

Fajar (pelaku) diringkus usai menggunakan akun pribadinya, mengunggah komentar dengan ujaran kebencian yang mengandung SARA dan menghina Tuhan umat Kristen di Group Facebook Diskusi Islam Vs Kristen Mencari Kebenaran.

Seperti dalam postingannya, Fajar berkomentar “Umkris bodoh smuaaa… Masak menyembah orang yang hanya pake kolor. Gak punya sopan,” komentarnya di Group FB. Akibatnya, konten tersebut telah di lihat 119.334 akun di Facebook dan pelaku di laporkan ke Polres bondowoso.

“Usai mendapat laporan dan mengecek akun tersangka, kami langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka di rumahnya,” ujar Kapolres Bondowoso AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi, S.I.K., S.H pada awak media di halaman Mapolres, Selasa (09/01/2017) siang.

Kasat Reskrim Polres Bondowoso AKP Ade Warokka, S.H mengatakan, dari hasil penyelidikan pelaku mengaku merasa tersinggung lantaran, banyak akun lain yang mengina Nabi Muhammad SAW di group tersebut dan pelaku mengunggah konten tersebut atas inisiatif dirinya sendiri.

“Hasil lidik kami, pelaku tidak terlibat dalam jaringan teroris atau kelompok apapun. Murni inisiatifnya sendiri dan untuk akun lainnya, masih dalam proses pengembangan,” paparnya

Dari tangan tersangka petugas menyita barang bukti berupa, 1 Handphone merk Vivo, email dan pasword atas nama pelaku serta 4 lembar print out screenshot postingan pelaku. Akibat perbuatannya, kini pelaku di jerat Undang-undang nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis Jo. Pasal 156 Jo. Pasal 156a Jo. Pasal 157 KUHP dengan ancaman hukuman dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah). (Harry)

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *