Teknologi Jarwo Super WBC Mampu Hadang Paceklik di Sidoarjo

CB, Sidoarjo – Desa Kandangan, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo ini awalnya adalah langganan serangan Wereng Batang Coklat (WBC). Serangan WBC mengakibatkan hasil panen petani menurun drastis. Puslitbangtan bersama BPTP Jawa Timur mengenalkan teknologi Jajar Legowo Super yg dikombinasikan dengan varietas unggul tahan WBC yaitu Inpari 13, Inpari 31 dan Inpari 33. Hasil ubinan yang dilakukan mantri tani saat panen adalah 8,5┬áton GKP/ha. Sedangkan hasil riil berkisar 8,0 – 8,3 ton/ha dan bebas dari serangan WBC.

Benih yang ditanam juga masih kelas FS, sehingga masih bisa ditangkarkan hingga dua musim tanam lagi.

Panen padi bersama dihadiri oleh Kapuslitbangtan, KaBalitkabi, Disperta Kab. Sidoarjo, BPTP Jatim, Mantri Tani dan PLL serta Poktan (7/1). Luas hamparan yang dikerjakan oleh Poktan Budi Harjo Desa Kandangan tersebut sebesar 30 ha mewakili total panen seluas 1.808 ha. Tiga kecamatan dengan luas panen terbesar adalah Tarik (252 ha), Krembung (231 ha), dan Jabon (195 ha).

Selain varietas yg dikenalkan melalui teknologi JS WBC, petani masih menanam juga menanam Ciherang. Petani bergembira ria karena harga GKP mencapai Rp. 5.300 – Rp. 5.500. Apabila menggunakan combine harga naik yaitu Rp. 5.700, karena hasil gabah lebih bersih.

Pertanaman dan panen padi dalam satu tahun dilakukan sebanyak 3 kali. Air irigasi cukup dan lancar baik berasal dari bendung maupun pompa bantuan pemerintah.

Petani sepakat agar pemerintah tidak mengimpor beras yang akan berdampak pada rusaknya harga beras dipasaran. Panen raya di desa ini pun kembali membuktikan bahwa pada masa paceklik yaitu pada bulan Desember-Februari, Desa Kandangan mampu menghasilkan provitas panen yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan pangan. Hal ini juga menunjukkan kinerja Kementerian pertanian berjalan dengan baik khususnya di daerah Jawa Timur. (Ertin Primawati)

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *