Buruh Tani Di Ganjar 10 Bulan Di Bui

CB, SURABAYA – Awalnya mencari bekicot, sebenarnya tidak ada niat untuk mencuri akan tetapi setelah melihat pompa air di kandang ayam lalu bergegas untuk mengambilnya dan setalah mengambil pompa air lalu di bawa pulang ke rumah.

Barang tersebut sempat di tawarkan ke orang rongsokan (rombeng) hasil curian itu, namun tidak mau pasalnya saya mematok harga Rp 100 Ribu Rupiah namun orang rongsongkan (rombeng) di tawar Rp 50 Ribu Rupiah, saya terpaksa mengambil barang milik orang lain, lantaran terhimpit ekonomi keluarga. Karena sebagai buruh tani kadang – kadang pendapatannya dalam 1 hari cuma hanya Rp 70 Ribu Rupiah itu tidak cukup untuk kebutuhan sehari – hari.

Itulah kisah seorang terdakwa yang bernama Askan (38) Warga Sawo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik dalam perkara mencuri pompa ait milik Abdul Ghofar yang menceritakan sebelum sidang agenda putusan di pengadilan Gresik.

terdakwa sempat meneteskan air mata di hadapan ketua majelis hakim Putu Gede Hariadi, paslnya teringat pada sang buah hati yang masih berumur 3 Tahun.

Sidang yang digelar di ruang Tirta itu beragendakan putusan yang di bacakan oleh Majelis Hakim Putu Gede hariadi, dalam amar putusannya, terdakwa terbukti secara sah meyakinkan melakukan tindak pidana sesyai dengan Pasal 363 Ayat  1 ke 3 KUHP tentang pencurian.

Mengadili menjatuhi pidana selama 10 Bulan di bui dan di potong dalam masa tahanan, hal – hal yang meringankan terdakwa selama proses persidangan selalu berbuat sopan dan baik,” cetus Putu Gede kemarin, kamis (26/4).

Dengan begitu putusan tersebut sudah bekekuatan hukum atau inkrah, pasalnya jaksa dan terdakwa kompak menerima putusan,” saya menerima yang mulia atas putusannya,” kata jaksa mansur begitu juga dengan terdakwa Askan.

Sidang sebelumnya jaksa penuntut umum (JPU) mansur, dalam amar tuntutannya jaksa berkeyakinan perbuatan terdakwa terbukti secara sah melawan hukum.

Jaksa meminta pada Ketua Majelis Hakim Putu Gede Hariadi yang memeriksa dan mengadili terdakwa Askan menjatuhi Hukuman pidana selama 1 Tahun 5 Bulan dan di kurangi masa tahanan selama terdakwa menjalankan hukuman,” pintanya.

Sebenarnya uang hasil penjualan pompa air ini unruk kebutuhan keluarga saya, saya terpaksa untuk mencuri karena kebutuhan anak saya sering menangis memanggil saya.

Awalnya ada rasa ketakutan untuk mencuri, namun bagaimana lagi mas di tekan oleh masalah ekonomi keluarga, memang apa yang saya lakukan itu salah,” keluhnya.

Perlu diketahui terdakwa berurusan dengan hukum lantaran mencuri pompa air di kandang milik Abdul ghofar Warga Bulangan Dukun Gresik pada (16/4). Lalu terdakwa di sergap oleh unit reskrim polsek Dukun. (sis)

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *