Kasus DBD di Jatim Terus Menurun

CB, SURABAYA – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jatim, Kohar Hari Santoso menyatakan kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jawa Timur jumlahnya terus menurun. Hal ini berlangsung dimulai pada 2013 hingga Maret 2018. “Berdasarkan data yang kami terima, penurunan signifikan terjadi pada 2015 dari hampir 5.000 kasus menjadi 842 kasus. Sedangkan pada 2018 dari 963 kasus pada Januari, menjadi 308 pada Maret. Keberhasilan menurunkan angka DBD juga berkat kesadaran masyarakat,” tuturnya, Jumat, (27/4).

Ia menjelaskan grafik menurunnya jumlah kasus DBD berdasarkan data Dinkes Jatim juga selaras dengan data World Health Organisation (WHO) yang menyebutkan jika tren kasus penyakit menular di Indonesia turun sebanyak 36 persen.
“Turunnya jumlah kasus penyakit DBD seiring dengan semakin baiknya sanitasi di lingkungan masyarakat. Karena daerah kumuh dan miskin semakin berkurang. Selain itu juga maraknya Bupati dan Walikota melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di wilayahnya,” ujarnya.
Leih lanjut, upaya lain yang dilakukan adalah gerakan pemantau jentik lewat Jumantik yang bekerja efektif. “Kuras bak mandi secara teratur, kalau ada barang yang tidak dipakai kubur atau bakar. Bila ada yang sakit segera diperiksakan untuk dilakukan pengobatan supaya tidak menulari yang lain. Penurunan jumlah DBD ini menjadi motivasi agar pemberantasan DBD dilakukan lebih giat lagi,” tandasnya. (Er)
Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *