Gus Ipul Apresiasi Produk Sarang Walet Ekpor asal Bojonegoro

CB, BOJONEGORO – Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berkomitmen terus mendorong produk olahan Jawa Timur bisa menembus pasar ekspor. Sementara, untuk produk yang telah menjangkau pasar mancanegara akan terus ditingkatkan dan dikembangkan.

Komitmen ini dikatakan Gus Ipul ketika mengunjungi perkampungan rumah walet di Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, Rabu (6/6/2018). Berdiri sejak 1988, industri di kawasan ini telah menembus pasar ekpor.

Mulai dari Hongkong, Taiwan, China, hingga Jepang menjadi negara jujukan produk ini. Di negara tujuan, sarang burung walet menjadi bahan baku makanan, minuman, hingga obat-obatan.

Industri ini mengolah sarang burung walet yang diperoleh dari dalam dan luar Jawa Timur. Sarang yang diperoleh dari para peternak burung walet, selanjutnya dipilah dan kemudian dikemas menjadi produk laik jual.

Proses pengolahan tersebut dilakukan oleh masyarakat sekitar desa dengan menyerap sekitar 700 pekerja baik perempuan maupun laki-laki. Seluruh proses pengemasan tersebut dilakukan di kawasan ini.

Gus Ipul pun mengapresiasi eksistensi perusahaan ini. “Kami mendukung perusahaan yang berbasis padat karya dan berorientasi ekspor,” kata Gus Ipul di awal penjelasannya.

“Apalagi, produk ekspor tersebut menggunakan mayoritas berbahan dasar lokal. Namun berharga mahal ketika menembus pasar luar negeri,” urai Gus Ipul yang juga Wakil Gubernur Jawa Timur dua periode ini.

Kedepan, pihaknya akan mendukung peningkatan pasar ekspor, khususnya produk sarang walet. Di antaranya, dengan mempermudah perolehan bahan baku.

Caranya, dengan memperbanyak peternak sarang walet di Jawa Timur. Yang mana, untuk saat ini produk mentah sarang walet mayoritas masih didapat dari peternak asal Kalimantan. “Sebenarnya industri ini bukan hanya berpotensi di sisi pengemasannya saja. Namun, sudah sejak proses budidaya. Potensi ini sangat bagus dikembangkan di Jawa Timur,” kata Gus Ipul yang juga mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal ini.

Sementara bagi industri yang ingin membuka pasar ekspor, pihaknya juga akan melakukan pendampingan. “Proses pendampingan bukan hanya pada proses pengolahan, namun juga hingga pemasaran,” katanya.

“Sehingga, dengan mengetahui target pasarnya, maka sekaligus bisa menentukan kualitas produknya,” kata kandidat yang berpasangan dengan Cawagub, Puti Guntur Soekarno ini. (Yit)

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *