Satgas Pangan Polda Jatim Musnahkan 70 Ton Bawang Bombai Impor Eks India

CB, Surabaya – Satgas pangan polda jawa Timur pada hari jumat 29/6/2018) , siang musnahkan barang bukti bawang bombai impor eks india diameter umbi di bawah 5 cm .

Pemusnahan barang bukti bawang bombai impor eks india itu di tempat pembungan akhir ( TPA ) benowo surabaya yang dipimpin oleh Direktur Reserse Kriminal khusus polda jatim kombes pol Agus Santoso .

Bawang bombai yang kami musnahkan ini berdiameter 3,5 cm , menurut ketetuan menteri pertanian no.105 tahun 2917 , hal ini memang dilarang yang diperbolehkan adalah bawang bombai yang diameternya 5 cm ,” jelas Dirreskrimsus polda jatim kombes pol agus santoso kepada wartawan ,jumat (29/6/2018) .

Agus Santoso mengatakan , impor dan penjualan bawang ini di larang keras karena bisa merusak harga bawang di pasaran . Sebwlumnya harga bawang merah per kilo gram berkisar antara Rp 20 – 23 ribu , namun bawang ini hanya di jual Rp 13 ribu .

pastinya di larang , ini yang impor merusak pasaran lokal karena harganya jauh sekali sehingga para petani mengeluh ,” Tegasnya .

Bawang bombai ini sendiri telah masuk ke indonesia sejak bulan april , belum genap saru bulan bawang ini di pasaran di sejumlah pasar di surabaya , seperti di pasar pabean dan pasar wonokromo .

Jumlah yang ada 70 ton yang masuk 114 ton sudah beredar masuk bulan april dari india ,” tambah polisi dengan tiga melati di pundaknya itu.

Sementara untuk mengelabui petugas , para oknum ini menumpuk bawang bombai yang akan di pasarkan sebagai bawang merah dengan bawang bombai merah yang diameternya 5 cm.

Polisi kemudian berhasil mengungkapnya , setelah sebelumnya menerima laporan dari beberapa agen dan warga yang mengeluhkan kehadiran bawang ini .

Polisi lantas berkordinasi dengan Dinas Pertanian unruk melakukan penelusuran , hingga kemudian menemukan adanya timbunan 70 ton bawang bombai yang di impor oleh PT. Jakarta Sereal di pergudangan jalan kasuari no.35 surabaya .

Selanjutnya , Direktur utama PT.Jakarta Sereal sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penyelundupan bawang impor ini di tetapkan sebagai tersangka .

Polisi menjeratnya dengan pasal 125 undang – undang nomor 13 tahun 2010 tentang Holtikultural jo pasal 22 ayat 1 huruf F peraturan menteri pertanian no 38/permentan 7/HR 060/11/2017 tentang rekomendasi impor Holtikultural jo kepmentan no 105/KPT S/ SR.130/D/12/2017 tentang karakteristik bawang bombai yang dapat di impor .

Ancaman pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp 2 milliar ,” tegas kombes pol agus santoso . ( sis )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *