Bawa Sabu ke Rutan, Didenda Rp 1 Miliar

CB, GRESIK – Malinda Wahyu Ningtyas terancam mendekam lama dalam jeruji besi. Perempuan 27 tahun itu dituntut penjara selama 7 tahun oleh jaksa di pengadilan negeri (PN) Gresik kemarin (10/7). Dia mengajukan pembelaan.

Selain hukuman badan, jaksa Budi Prakoso juga meminta terdakwa membayar denda Rp 1 miliar. Hukuman akan ditambah 6 bulan penjara jika denda tidak dibayarkan. ”Meminta majelis hakim menjatuhi hukuman tujuh tahun penjara dengan denda Rp 1 miliar subside enam bulan kurungan,” ucapnya.

Menurut Budi, terdakwa terbukti secara sah melanggar pasal 114 ayat 1 juncto pasal 132 ayat 1 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika. Terdakwa kedapatan membawa sabu saat menjenguk suaminya, Khoirul Huda di Rutan Banjarsari, Cerme pada Maret lalu.

Narkotika golongan satu tersebut disembunyikan di dalam pembalut. Untungnya, anggota Polsek Cerme yang sedang berjaga di Rutan mengetahui hal tersebut. Terdakwa kedapatan membawa sabu seberat 1 gram.

Majelis hakim yang diketuai Putu Gede Hariadi memberi kesempatan terdakwa berdiskusi dengan penasehat hukumnya.  Menurut Kusnia Oniyul, penasehat hokum terdakwa, tuntutan jaksa terlalu berat. Karena itu, pihaknya menyarankan terdakwa mengajukan pembelaan (pledoi). ”Disampaikan secara tertulis yang mulia,” ujarnya.

Usai sidang, Malinda terlihat biasa. Namun, dia enggan menjawab pertanyaan wartawan. Perempuan asal kecamatan Menganti itu terus berjalan menuju ruang tahanan PN Gresik.

Terpisah, jaksa Budi menyatakan terdakwa dicurigai menjadi salah satu jaringan pengedar. Sebab, suaminya merupakan salah satu pengedar. Khoirul Huda lebih dulu ditangkap Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik beserta barang bukti berupa sabu seberat 10 gram. ”Suaminya memang pengedar,” pungkasnya. (sis/fransisca)

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *