Pekerjaan Proyek Irigasi Pondok Walo Padomasan Terkesan Asal – Asalan

CB, Jember – Pemerintah sekarang lagi sibuk membangun infrastruktur termasuk pembangunan irigasi yang tujuannya tidak lain supaya rakyat hidupnya makmur, namun di sisi lain pemerintah dalam hal ini P.U BINAMARGA dan  SUMBER DAYA AIR harus serius dalam membangun dimana setiap pekerjaan harus di awasi betul karena hasil investigasi yang di lakukan wartawan koran ini tepatnya (09/07) di temukan sebuah pekerjaan pembangunan irigasi di wilayah padomasan yang di kerjakan oleh CV. WIDYA JAYA TAMA, dimana “untuk mencampur luluhan tidak pakai molen hanya menggunakan cangkul serta tidak ada bak ukur.

“Saat wartawan koran ini melakukan investigasi ke lokasi di temui oleh mandor namun ketika mau di komfirmasi dia menghindar bahkan bilang hubungi saja pak Arif direkturnya sambil menghidupi sepedanya dan meninggalkan wartawan yang menemuinya.

Pada (10/07) wartawan koran ini ke kantor P.U BINAMARGA dan SUMBER DAYA AIR Jember di temui oleh Suparmin koordinator yang ada di P.U tersebut dan beliaunya mengarahkan ke Pengamat Sumber Daya Air Wilayah Kencong  untuk menemui bpk. Herry prasetyo SE. selaku pengamat di wilayah Jombang, namun setelah nyampai di kantor pengamat beliau nya tidak ada di tempat, dan pada tanggal (11/07) kepala pengamat wilayah Jombang itu menyampaikan ke wartawan koran ini via telepon selulernya bahwa beliau selaku pengamat saya kira pihak ke tiga artiya kontraktor yang mengerjakan sudah benar dalam mengerjakan proyek tersebut walaupun gak pakai molen dan tanpa bak ukur yang pinting volume nya sudah mencukupi sesuai yang tertera dalam RAB. Dan beliau menyampaikan bahwa proyek tersebut selain saya juga pihak kejaksaan ikut serta mengawasi karena yang di pakai uang rakyat yang bersumber dananya dari APBD.

Sementara menurut Arifal Huda selaku direktur CV. WIDYA JAYA TAMA yang mengerjakan proyek tersebut ketika di komfirmasi via whatsaap apakah boleh Pekerjaan pemasangan seperti irigasi mencampurnya tidak pakai molen (manual) juga tidak pakai bak ukur ? Beliau menjawab  “Saya mau Konfirmasi dengan mandornya. selama ini tidak ada malasah, toh ada massa pemeliharaanya, sesuai kontrak, klo ada apa-apa dengan pekerjaan tersbut masih tanggung jawab kita juga, tapi selama ini smua kerjaan saya tidak pernah ada yang rusak kok. kita tetap komitmen dengan tanggung jawab dengN paket yang kita laksanakan. terima kasih atas atensi kalian” Ucapnya.

Berbeda dengan salah satu narasumber yang di temui wartawan koran ini bahwa pekerjaan pasangan mencampurnya itu harus pakai molen karena kalau tidak pakai molen otomatis hasilnya kurang maksimal, kenapa saya bilang begitu kalau pakai cangkul, sekrop campuran semen dan pasir saya pastikan tidak rata, gimana mau maksimal hasilnya orang campurannya saja tidak merata yang kedua bak ukur itu sangat penting kenapa saya bilang begitu di RAB saya pastikan ada ukuran semen dan pasir kalau tidak ada bak ukur gimana cara mengukur pasir nya , kalau begitu otomatis bisa saya bilang pekerjaan tersebut asal-asalan padahal yang di pakai uang rakyat, untuk itu saya mohon kepada pemerintah untuk di tinjau ulang terutama kepada dinas P.U BINAMARGA dan SUMBER DAYA AIR khususnya bagian perencanaan dan pengamat supaya uang rakyat yang di gunakan untuk membangun tentunya  hasilnya harus  bisa maksimal tandasnya. Bersambung (had/har)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *