DIDUGA KUAT, OKNUM DISPERINDAGTAM PINDAH TANGANKAN ASET TANPA MELALUI PROSEDUR

CB, BANYUWANGI – Dinilai telah melangkahi aturan perundang-undangan, Haris, Kepala Bidang Standarisasi Disperindagtam kabupaten banyuwangi, diduga kuat telah memindah tangankan aset milik pemerintah kabupaten banyuwangi yang bernilai puluhan juta rupiah tanpa melalui mekanisme ataupun proses penghapusan aset terlebih dahulu.

Pasalnya, adet yang masih menjadi milik pemkab banyuwangi dalam bentuk kayu balok dan besi baja ukuran sekitar enam meteran, hasil bongkar bangunan atap pasar gendoh kecamatan sempu, diserahkan oleh dirinya kepada yayasan wali songo yang beralamat di Desa Temuguruh Kecamatan Sempu Banyuwangi.

Meski pihak yayasan wali songo pernah mengajukan proposal permohonan bantuan untuk pembangunan gedung pendidikan kepada bupati, namun, menurut sumber informasi di lingkungan disperindagtam banyuwangi menerangkan bahwa aset tersebut milik pemda.

Karena bel ada penghapusan atau lelang ” Hasil bongkar bangunan atap pasar gendoh itu merupakan asetnya pemda yang seharusnya disimpan di pasar 3 berlian dan tidak boleh dipindah tangankan sebelum ada penghapusan ataupun lelang “. Katanya sembari pesan agar dirahasiakan namanya.

Lebih lanjut dirinya menambahkan ” Belakangan ini banyak orang datang ke kantor guna menanyakan, kapan aset tersebut dilelang.

Karena dia ingin jadi peserta lelang. Namun, kenyataannya, sebelum ada penghapusan dan pelelangan aset, sepertinya aset tersebut telah pindah tangan ke yayasan wali songo sempu. Dan lebih jelasnya temui H. Thoriq, pengurus yayasan. Dia pasti mau ngomong “. Anjurnya.

Terkait hal tersebut, di rumahnya, H. Thoriq salah satu pengurus yayasan wali songo mengatakan kepada beberapa awak media ” Kami ( ysyasan) mengajukan permohonan bantuan ke bupati untuk pembangunan gedung pendidikan dan kami diberi tanda terima penerimaan proposal. Sedangkan kayu dan besi itu diberikan ke saya ( yayasan) oleh pak haris pegawai disperindag melalui telepon “. Katanya.
“karena barang ( aset ) sudah diberikan kepada saya dan lokasi pembongkaran bangunan atap pasar harus segera dibrsihkan, karena akan dibangun kembali, maka saya menyuruh orang untuk bekerja guna mengambil dan membawa kayu dan besi tersebut agar ditaruh disamping rumah saya dan saya yang bayar “. Kata H. Thoriq.

Ditanya srputar puing-puing bangunan, ” masalah itu bukan urusan saya. Urusan saya hanya kayu dan besi. Sedangkan puing-puing bangunan, sampah dan pembersihannya itu semua menjadi tanggung jawab kontraktor “. Tegasnya.

Di kantornya, H. Haris, Kepala Bidang Standarisasi mengatakan ” Yayasan wali songo itu pernah mengajukan bantuan ke bupati dan ini surat permohonannya ( haris menunjukkan surat permohonan yang diajukan yayasan wali songo.dan terlampir disposisi, cek kordinasikam, kaji normatip. Red). Dan barang itu tidak saya berikan, tapi saya titipkan ke H. Thoriq, karena alamatnya dekat dengan lokasi ,”Elaknya.

Ditanya seputar berita acara penitipan dan kenapa aset tersebut tidak ditaruh di pasar 3 berlian, Haris terdiam sesaat. Kemudian berkata ” Kalau begitu barang ( aset) itu besuk akan saya ambil ” . Katanya singkat. Namun demikian, pada kenyataannya, hingga berita ini diturunkan, barang tersebut masih berada di tempat H. Thorik. (IMM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *