Prajurit TNI Salurkan Air Bersih ke Korban Gempa di Lombok Barat

CB, Lombok Barat – 6 personel Yonif Mekanis 516/Caraka Yudha (CY) tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Brawijaya yang dipimpin Lettu Inf Hamim memberikan beberapa bantuan terhadap korban gempa di Dusun Kerandangan, Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Bantuan tersebut berupa air bersih.

Sejumlah personel Satgas tampak membagikan beberapa bantuan seperti logistik dan air bersih. Satu mobil tanki air disalurkan untuk warga korban gempa.

“Ini pembagian air bersih dari TNI untuk masyarakat korban gempa di wilayah Dusun Kerandangan, Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat,” ujar Lettu Inf Hamim melalui keterangan tertulisnya, Selasa (14/08/2018).

Lettu Inf Hamim mengatakan bantuan tersebut sebagai salah satu bentuk kepedulian TNI kepada korban gempa. Dia juga menyebut beberapa bantuan akan terus diberikan selama proses evakuasi berlangsung.

“Bantu masyarakat korban gempa ini bagian dari tugas TNI untuk membatu kesulitan masyarakat, langkah-langkah kemanusiaan ini terus dilakukan selama proses recovery berlangsung. Hal ini untuk mengurangi beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan akan air bersih,” ujarnya

Menurut Lettu Hamim, selain membutuhkan makanan, masyarakat korban gempa juga membutuhkan air bersih.

“Kegiatan ini dilakukan sebagai wujud TNI kepedulian kepada warga korban gempa yang sedang mengalami kesulitan memperoleh air bersih,” ungkapnya.

“Kita berusaha membantu warga yang mengalami kesulitan dan membutuhkan bantuan, termasuk kesulitan air bersih. Saya berharap dengan bantuan air bersih ini dapat meringankan beban warga korban gempa,” pungkas Letnan Hamim.

Hari (44), warga setempat, mengatakan, di lokasi tempatnya mengungsi bersama warga lain cukup jauh dari rumah dan tidak ada sumber mata air. Untuk kebutuhan MCK murni mengandalkan droping dari TNI, BNPB dan pemerintah. PDAM dan sumur bor yang menjadi andalan masyarakat sehari-hari saat ini usak tertimbun material bangunan akibat gempa.

“Selain makanan, air bersih diharapkan bisa tetap tersedia, khususnya untuk kebutuhan minum. Apalagi musim kemarau seperti sekarang, banyak dibutuhkan warga,” sebut Hari, Selasa (14/08/2018).

Romli, warga lain juga berharap, droping air bersih tetap dilakukan TNI yang kini masih tetap berada di pengungsian.

“Sekarang ini tidak ada yang bisa diharapkan masyarakat pengungsi dari rumah atau tempat tinggalnya, karena sudah rusak parah. Mau balik juga tidak berani, karena itu bantuan makanan dan air bersih diharapkan bisa tetap diberikan,” katanya.(yd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *