Pj. Sekda Harapkan Jawa Timur Kuasai 40 Persen Pasar Indonesia

CB, SURABAYA – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Djumadi M, M.T berharap agar Provinsi Jawa Timur dapat menguasai 40 persen pasar di Indonesia.  Salah satu cara yang bisa ditempuh yaitu dengan memperkuat posisi koperasi dan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur senantiasa mendukung berbagai upaya untuk memperkuat dan menumbuh kembangkan koperasi dan UMKM,” ungkapnya saat menutup Koperasi & UMKM Expo 6 tahun 2018 di Grand City  Surabaya (19/8) malam.

Untuk merealisasikan keinginan itu, Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo telah membuat skema pembangunan ekonomi melalui konsep Jatimnomics. Dimana konsep tersebut dapat mengakselerasikan pertumbuhan koperasi dan UMKM serta menjawab permasalahan inti yang dihadapi. Yaitu permasalahan peningkatan produktifitas, perluasan akses pembiayaan untuk modal usaha dan perluasan akses pemasaran produk.

“Dalam peningkatan produktifitas, Pemprov. Jatim tidak hanya membina bagaimana pelaku koperasi dan UMKM dapat meningkatkan produksinya dan meningkatkan kerjasama penyediaan bahan baku, namun juga fokus pada kualitas produksi sehingga dapat bersaing dengan produk-produk lain di pasaran,” paparnya.

Sedangkan untuk memperluas akses permodalan, Djumadi menjelaskan, bahwa Pemprov. Jatim telah bekerjasama dengan Bank Jatim dalam penyaluran loan agreement, kredit murah bagi pelaku usaha koperasi dan UMKM.

Selanjutnya, untuk memperluas akses pemasaran dalam membangun perdagangan di tingkat nasional, Pemprov. Jatim membangun 26 Kantor Perwakilan Dagang (KPD) yang tersebar di 26 Provinsi di Indonesia. Dimana KPD tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pelaku koperasi dan UMKM untuk memasarkan produknya dan memperluas jaringan distribusi produk unggulan Jawa Timur ke seluruh nusantara.Menyinggung soal hasil even Koperasi dan UMKM Expo 6 Tahun 2018 yang digelar selama lima hari (15-19 Agustus 2018) oleh Dinas Koperasi dan UMKM Prov. Jatim dengan meraup transaksi melebihi target yang ditentukan, yaitu sebesar Rp. 5,9 milyar dari target Rp. 5,6 milyar, Jumadi berharap agar di tahun mendatang dapat semakin meningkatkan kualitas dan kuantitas expo. Yakni, dengan cara mendatangkan 26 KPD yang tersebar di Indonesia dan memperkuat  basis produksi.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur , Mas Purnomo Hadi melaporkan bahwa  even Koperasi & UMKM Expo 6/2018 yang meraup transaksi sebesar Rp. 5,9 milyar baik berupa transaksi langsung maupun tidak langsung itu disambut meriah oleh masyarakat Jatim. Kondisi tersebut bisa dilihat dari kunjungan masyarakat selama lima hari di helat, yakni mencapai 31.600.000 pengunjung. Jumlah tersebut naik sebesar 3,5 persen dibandingkan 2017.

“Diharapkan Koperasi & UMKM Expo menjadi agenda tahunan,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, didampingi Kepala Dinas Koperasi & UMKM Prov. Jatim, Pj. Sekda Prov. Jatim Djumadi menyerahkan piala dan piagam pemenang stand terbaik. Yaitu stand milik Bank Jatim sebagai pemenang pertama, Banyuwangi Mall (Pemenang Kedua) dan Bank UMKM (Pememang Ketiga),  Kabupaten Bondowoso Republik Kopi (Harapan Pertama), Bank BRI (Harapan Dua) dan Jamkrida (Harapan Tiga).

Sedang untuk produk terbaik diraih Kabupaten Malang (Juara Pertama), Kabupaten Bojonegoro (Juara Kedua) dan Kabupaten Sumenep (Juara Ketiga). Kabupaten Sidoarjo (Harapan Pertama), Kota Malang (Harapan Dua) dan Kabupaten Tuban (Harapan Tiga). (Humas Prov. Jatim/diwa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *