Wali Kota Minta Lurah Lebih Inovatif

CB, Probolinggo (kaninggaran) – Setelah mengukuhkan TP. PKK Kota Probolinggo, Wali Kota Rukmini mengumpulkan camat dan lurah se Kota Probolinggo, Senin (10/9) di rumah dinas Wali Kota. tampak hadir mendampingi Wali Kota, Asisten Pemerintahan Sekertaris Daerah, Gogol Sudjarwo beserta Kepala Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) terkait.

Gogol yang bertindak sebagai moderator dalam pertemuan itu menjelaskan jika Kota Probolinggo memiliki Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat. “FKDM ini akan membantu camat untuk melihat potensi hal-hal yang tidak diinginkan di wilayahnya. Selain itu, kecamatan juga dimungkinkan mendapatkan pelimpahan urusan dari Wali Kota dalam rangka efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Gogol juga menambahkan luas dan sempitnya kewenangan camat, sangat tergantung dari delegasi kewenangan yang diberikan oleh Wali Kota. Kewenangan camat tiap daerah cenderung berbeda, sesuai dengan karakteristik potensi permasalahan, serta kemampuan masing-masing kecamatan.

Rukmini meminta camat memperhatikan tugas dan peran yang dimilikinya. “Camat harus mampu menguasai dan memahami konsep dasar dan peraturan perundang-undangan tentang pemerintahan terutama terkait pelimpahan kewenangan dari Wali Kota. Camat harus merespon secara tepat setiap perubahan yang terjadi di masyarakat. Camat harus mampu menjaga koordinasi baik antar internal pemerintah maupun dengan eksternal pemerintahan seperti instansi vertikal, tokoh masyarakat dan NGO. Camat juga harus mampu memimpin kecamatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Selain itu tiga pilar di Kelurahan juga harus kembali ditingkatkan,” harap Rukmini.

Rukmini juga menyinggung soal anggaran kelurahan. “Tiap bulan kan ada dana operasional kelurahan. Maksud saya kalau ada kerusakan di kantor kelurahan itu, bisa tidak pak Lurah itu menyisihkan. Dengan angka yang segitu, jangan sampai dibawa pulang sebagai tambahan penghasilan. Kan ada yang dana rapatnya ngirit, perbaikan kerusakan gedung juga tidak ada. Lurah harus kreatif, harus inovatif, apa yang urgent itu diusulkan. Operasional itu untuk apa. Monggo, kita beri kebebasan seluas-luasnya, tapi harus riil. Kalau ada atap jebol jangan sampai dibiarkan, nanti bilang tidak ada anggarannya dari kota (Pemerintah Kota). Jangan lah, malu kita ke masyarakat. Kalau kurang ya ditambahi Pak Camat, yang rusak-rusak itu diperbaiki,” Tegas Rukmini. (Had)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *