TUMBUH KEMBANGKAN PEMBUATAN PAKAN TERNAK SESUAI TEHNOLOGI

CB, Banyuwangi – Guna menambah penghasilan sehari-hari, Legiman, warga desa Kedayunan kecamatan Kabat Banyuwangi, yang kesehariannya bekerja sebagai tukang bangunan, dengan tekun dan sabar, dirinya merawat 6 ( enam) ekor kambing milik orang lain. Meskipun sesekali dirinya merasa kesulitan untuk mendapatkan pakan ternaknya.

” Beberapa bulan terakhir ini saya sering kesulitan untuk mendapatkan ramban atau pakan ternak. Sehingga, untuk pakan, saya sering mencampur dengan rumput. Dan alhamdulillah kambingnya juga mau makan rumput. Sehingga, saya tidak lagi kesulitan untuk mencari pakan. Tapi sayangnya banyak rumput yang tercecer “. Katanya.

Legiman menceritakan bahwa sebenarnya dirinya hampir putus asa untuk merawat kambingnya, namun demikian, ketika pemilik kambing datang untuk melihat perkembangannya dan diceritakan tentang keluh kesahnya, maka, pemilik kambing berusaha mencarikan solusi dengan cara membuat permentasi atau mencarikan alat untuk mengolah atau pembuatan pakan, agar nantinya tidak ada lagi pakan yang tercecer dan terbuang. Sehingga, dalam hal pakan ternak tidak lagi kesulitan.

Sementara, Drs. Arief Setyawan, MM, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi, melalui Drh, Nanang Sugiharto, Kepala Bidang Budidaya Kelembagaan dan Usaha Peternakan, menerangkan bahwa dalam hal usaha tani ternak itu harus dimulai dari konsep dasar pakan ternak terlebih dahulu. Karena belakangan ini dunia peternakan pada umumny mulai ditinggalkan oleh anak – anak muda usia produktip.

Dirinya menerangkan bahwa dari hasil wawancara yang dilakukan terhadap anak – anak muda di berbagai wilayah yang ada di kabupaten banyuwangi, Kenapa mereka enggan melakukan tani ternak, maka didapat sebuah kesimpulan bahwa kebanyakan mereka itu beralasan karena terkendala utamanya masalah pakan, bau dan kotor.

Oleh karenanya, dilakukan bagaimana cara memunculkan anak – anak muda agar suka terhadap tani ternak. Yaitu dengan diadakannya pelatihan untuk pembuatan pakan ternak sesuai dengan tehnologi, dengan tujuan untuk menumbuh kembangkan masyarakat agar mereka tertarik dengan usaha peternakan, yang mana, biasanya mereka mencari pakan ternak untuk kebutuhan satu hari, maka, jika menggunakan tehnologi, pakan tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan 5 ( lima) sampai 10 ( sepuluh) hari.

Masih menurut Nanang S, ” Jika para petani ternak menggunakan pakan ternak sesuai dengan tehnologi, maka, tidak menutup kemungkinan anak – anak muda banyak yang suka terhadap budidaya ternak. Bahkan, bukan hanya ternak itu sendiri yang bisa mendatangkan rejeki, akan tetapi, kotoran ternak itu juga bisa dimanfaatkan dan diolah menjadi pupuk organik. Seperti yang ada di wilayah Bangorejo, Purwoharjo Glenmore, Genteng, Sempu, Songgon dan Licin “. Pungkasnya. (Imm).

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *