Pakde Karwo: Financial Engineering Percepat Meningkatnya Kesejahteraan Masyarakat

CB, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menerapkan financial engineering untuk mempertahankan sustainable pembangunan dan ekonomi. Inovasi rekayasa pembiayaan  ini terbukti mampu mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kita harus mendesain konsep pembangunan baru dengan melakukan financial engineering. Apalagi sebanyak 64 persen dari kabupaten/kota di Jatim yang tergantung pada dana transfer pusat,” ujar Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo saat menjadi narasumber pada Forum Replikasi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2018 di Ballroom Hotel Shangri-La Surabaya, Rabu (19/8) pagi.

Pakde Karwo-sapaan lekat Gubernur Jatim menjelaskan, Pemprov Jatim menerapkan dua jenis inovasi financial engineering atau pembiayaan, yakni fiscal engineering dan creative engineering.

Ia menjelaskan, salah satu contoh aplikasi pembiayaan model fiscal engineering yakni loan agreement Bank Jatim dan Pemprov Jatim. Melalui loan agreement, Bank Jatim memberikan suku bunga kredit murah 6-9 persen untuk UMKM. Pembiayaan ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah industri primer-sekunder, mencegah urbanisasi, dan mendidik UMKM.

“Banking system ini untuk pembiayaan industri primer dan sekunder seperti UMKM. Ada kenaikan yang luar biasa dari jumlah UMKM di Jatim karena pemprov ikut membantu proses produksi, pasar, dan pembiayaan,” katanya sambil menjelaskan fiscal engineering juga dilakukan dengan rekonstruksi finansial subsidi ke nonsubsidi, pembentukan BLUD dan pendirian Pedagang Besar Farmasi (PBF) dan Pedagang Besar Alat Kesehatan/PBAK yang akan meningkatkan PAD serta sekaligus efisiensi.

Lebih lanjut disampaikannya, pembiayaan model fiscal engineering itu juga untuk mendanai onfarm pada proses primer sekunder atau Agro Maritim Financing. “Solusi pembiayaan ini diharapkan bisa menggeser nilai tambah ke pedesaan, sehingga menjadi solusi terhadap anomali inflasi, serta menurunkan kemiskinan di pedesaan,” ujarnya.

Selain itu, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) seperti rumah sakit juga sebagai penerapan fiscal engineering di Jatim. Dengan diberlakukannya BLUD ini, pelayanan tidak menggunakan APBD. Rencananya ada 20 SMK Negeri siap untuk di-BLUD-kan di bawah Dinas Pendidikan Provinsi Jatim.

“Nantinya dengan BLUD pada SMK ini mempunyai remunerasi terhadap guru dan juga memiliki tempat praktik. Inilah inovasi pembiayaan dalam vokasional,” pungkasnya.

Sedangkan untuk model pembiayaan creative engineering, Pakde Karwo mengatakan, telah diterapkan pada pinjaman bank dan non bank, obligasi daerah, dan memperbanyak model Public Private Partnership (PPP).

Ia menambahkan, Jatim juga mengusulkan corporate bond yang masih dipelajari teknisnya oleh OJK.

Ditambahkan, yang dijual pada corporate bond ini adalah prospek proyeknya. Sebagai contoh, Prospek Pelabuhan Probolinggo.

Sementara untuk pembiayaan dengan PPP telah dilakukan Proyek SPAM Umbulan yang menjadi showcase kerjasama pemerintah badan usaha, bahkan mendapatkan penghargaan dari PBB. Dalam hal ini, Pemprov Jatim antara lain memiliki peran memberi dukungan perijinan, pengadaan tanah, konservasi wilayah serapan, serta menerima air dan membayar tarif ke badan usaha, suplai air, dan menerima tarif dari PDAM.

Dikatakan, rencananya Juli 2019 SPAM Umbulan sudah bisa beroperasi. Jika proyek SPAM Umbulan rampung, maka air tersebut dapat melayani kebutuhan air minum yang sehat dan jernih bagi lebih dari 1,3 juta jiwa masyarakat Jatim, khususnya di Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Gresik, Sidoarjo, dan Kota Surabaya.

Menurutnya, financial engineering ini bisa berhasil dilakukan di Jatim karena didukung kultur ASN dan masyarakat Jatim yang open minded dan memiliki jiwa petarung.

Pakde Karwo, Pemimpin yang Melayani di JatimSementara itu, Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof. R. Siti Zuhro, MA, Ph.D mengatakan, kalau berbicara kepemimpinan yang melayani di Pemprov Jatim selalu berkaitan dengan Gubernur Jatim Pakde Karwo.

Sebab, sebagai gubernur, Pakde Karwo itu mampu menghayati perannya dan jadi role model, serta mampu memberi ilham. Selain itu, Pakde Karwo memiliki aspek kepribadian yang nyata, seperti rendah hati, berani bertanggung jawab, serta memiliki keterkaitan tinggi antara harga diri, gambar diri, dan ambisinya.

“Inilah yang diperlukan Indonesi yakni memiliki pemimpin yang mampu menumbuhkan ide-ide kreatif dan inovatif, serta membangun Indonesia dari daerah,” ujarnya.

Karena itu, di akhir kepemimpinannya, Pakde Karwo diharapkan bisa menulis pengalaman empirisnya di Jatim.

Senada dengan Prof. Siti Zahro, Dirut Metro TV Suryo Pratomo menjelaskan, Pakde Karwo selama kepemimpinannya,  memiliki visi yang jelas dalam membangun Jatim. Kondisi tersebut juga ditunjang dengan setiap kabupaten/kota di Jatim yang semakin meningkat kinerjanya.

Pada kesempatan yang sama, salah satu Guru Besar Administrasi Negara Universitas Airlangga Prof. Dr. H. Jusuf Irianto mengatakan, Pakde Karwo mampu menginspirasi dan menerapkan perubahan lebih baik di Jatim. Dalam hal ini, peran pemimpin sangat dibutuhkan untuk mengatasi penolakan atau persoalan ketika perubahan dilakukan. (Humaspemprov Jatim/Gd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *