Oknum Guru SDN dan Pensiunan PNS Diduga Ada Main

CB, LUMAJANG – Terkait dengan pengaduan masyarakat yang tidak mau di sebutkan namanya tentang tingkah laku salah satu oknum guru yang berinisial (MM) nama samaran yang mengajar di salah satu sekolah di wilayah Kec. Rowokangkung Lumajang diduga sering keluar dengan orang laki laki.

Media online dan koran cahaya baru langsung melakukan investigasi ke lapangan dan akhirnya membuahkan hasil, benar apa yang di sampaikan masyarakat terbukti.

Oknum guru yang berinisial (MM) nama samaran tersebut ada di salah satu hotel dengan seorang laki-laki padahal itu jam dinas, karena sudah sore wartawan koran ini membiarkan oknum guru dan laki-lakinya pulang, dan keesokan harinya beberapa wartawan (tim) datang kesekolahan oknum guru tersebut.

MM menyampaikan bahwa benar beliaunya ke Lumajang dan sudah ijin ke Kepala Sekolah yang tujuannya untuk melunasi biaya umroh, menurut pengakuan si MM ketika di komfirmasi oleh wartawan.

Namun sepulang dari bank tersebut kok ada di salah satu hotel di wilayah Lumajang sekitar jam 11.00 WIB sampai dengan jam 16.00 WIB. Baru pulang karena Sudah sore maka pada tanggal (27/9) wartawan yang sudah ketemu di hotel tersebut melakukan konfirmasi ke dua di sekolahanya dan di temui langsung oleh beliaunya, beliau menjelaskan “ya pak memang kemarin saya ke Lumajang untuk melunasi biaya umroh dan ke hotel dan saya mohon masalah ini saya untuk tidak di lanjutkan artinya jangan di beritakan supaya nama sekolah dan dirinya tidak tercemar apa lagi saya mau umroh dan mau menyelesaikan” Ucapnya.

Setelah di konfirmasi di sekolahnya oknum guru (janda) dan laki-lakinya yang tidak lain masih suami orang, datang ke rumah salah satu wartawan, dan bilang ,”silahkan di terbitkan, karena saya sudah nikah siri di salah satu kyai di tanggul, apabila beritanya tidak sesuai akan saya tuntut di muka hokum,”jelasnya.

Namun ketika di tanya, apakah istri bapak sudah tau kalau sudah nikah siri dengan bu guru, beliau menjawab,” tidak tau,” ucapnya.

Anehnya seorang PNS yang diduga masih bisa berbuat diluar batas dan bagaimana dengan murid ketika tahu bahwa gurunya melakukan perbuatan yang tidak pantas dinilai oleh wali murid ataupun warga setempat, untuk itu bagaimana tanggapan pihak terkait yaitu dinas pendidikan dan DPRD bersambung,”(har/had/tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *