Gubuk Gajah Mada Didik Anak Eks Lokalisasi Kremil Menjadi Atlet Prestasi

CB, SURABAYA – Lingkungan sosial di Kremil misalnya, daerah yang dahulunya merupakan salah satu wilayah hitam prostitusi di Kota Surabaya sedikit demi sedikit mulai menghasilkan anak prestasi dibidang olahraga.

Adalah Komunitas Gubuk Gajah Mada yang membawa anak-anak yang hidup di eks lokalisasi untuk dididik menjadi anak berprestasi di bidang olah raga secara gratis. Gubuk Gajah Mada merupakan sebuah tempat latihan boxing yang berada di lantai empat pusat perbelanjaan Pasar Turi Baru,Surabaya.

“Gubuk Gajah Mada merupakan sebuah gerakan untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak Indonesia melalui pembinaan olahraga, bela diri, pendidikan, dan kewirausahaan.” Kata Erwin Soewono, Founder Gubuk Gajah Mada saat berbincang-bincang dengan wartawan di Food Court Pasar Turi Baru, Rabu sore (03/10/2018).

Ia menjelaskan, mayoritas peserta didik di Gubuk Gajah Mada adalah anak-anak yang secara ekonomi kurang mampu seperti anak jalanan, anak liar, mereka yang tinggal di eks lokalisasi Kremil, utamanya anak-anak kaum marjinal.

“Kita akan mengangkat anak-anak marjinal ini untuk berprestasi, yang penting syaratnya cuma satu yaitu, benar-benar serius yang ingin belajar disini.”Tegasnya.

“Saat ikut lomba pun kami subsidi silang dari yang mampu ke yang tidak mampu untuk pendaftarannya dan biaya pemberangkatan selama lomba. Yang pasti kami ingin anak-anak marjinal pun bisa berprestasi meski harus keterbatasan keuangan.”Ungkapnya.

Erwin kembali mengatakan, ada empat program study di Gubuk Gajah Mada ini yaitu, Muaythai, Kick Boxing, Bela diri, dan Wushu Sanshou. Bagi anak-anak di wilayah Kremil Gubuk Gajah Mada memberikan studi dan latihan tinju maupun bela diri secara gratis,  tidak dipungut biaya apapun, bagi yang benar benar tidak mampu. “Bahkan kami berikan minum dan makan selama satu jam latihan.”Kata Erwin.

Dirinya menambahkan, jumlah anak didik Gubuk Gajah Mada sampai saat ini mencapai 55 anak diantaranya, 25 anak yang aktif mengikuti jadwal latihan, dan 30 yang non aktif.  Sudah banyak anak-anak Kremil yang berprestasi dalam lomba baik tingkat Koni Jatim, Piala Bupati Jombang.(bud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *