RSUD dan BPJS di Probolinggo Digugat Rp 1 Triliun

CAHAYA BARU, PROBOLINGGO – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moh Saleh Probolinggo dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Probolinggo, digugat oleh keluarga pasien. Sebab pihak rumah sakit menolak menangani pasien yaitu Sudarman (58) tahun, warga Dusun Krajan, Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Probolinggo, karena terbentur aturan BPJS.

Seperti yang diberitakan Istri Sudarman, Hanifah, lewat kuasa hukumnya, Muhammad Sholeh, mengatakan keluarga korban mengklaim menderita kerugian materiil dan immateriil sebesar Rp 1 triliun.

“Gugatan dilakukan karena pihak rumah sakit selaku tergugat pertama, tidak segera mengambil tindakan terhadap suami penggugat adalah tindakan sewenang-wenang yang tidak dibenarkan menurut hukum. Bahkan melakukan kelalaian dengan menyepelekan aspek penting tentang kesehatan yaitu pemberian pelayanan dan pertolongan pertama. Sebab, rumah sakit berpatokan pada peraturan BPJS selaku tergugat dua,” ungkap Sholeh.

Bermula saat Sudarman yang mengidap komplikasi penyakit dalam dijadwalkan untuk kontrol di rumah sakit pada Rabu, 24 Oktober 2018. Tetapi, obat yang selama ini rutin diterima sudah kedaluarsa, sehingga harus mengulang untuk meminta rujuan ke fasilitas kesehatan (faskes) tingkat 1 lagi, yakni Puskesmas Tongas.

Namun melihat kondisi Sudarman yang tidak memungkinkan, pihak keluarga mencoba menjelaskan ke pihak RSUD. Tapi pihak rumah sakit tetap menolak melakukan perawatan dengan alasan harus memiliki rujuan terbaru dari faskes tingkat 1.

Karena ditolak, Sudarman bersama keluarga harus balik menuju Puskesmas Tongas. Tetapi di tengah perjalanan, Sudarman mengalami pusing dan rupanya sudah tidak sanggup melanjutkan perjalanan. Sehingga memutuskan berhenti untuk beristirahat sejenak, namun Sudarman malah tidak sadarkan diri, hingga dinyatakan meninggal ketika tiba di RSUD Tongas.

Menurut Sholeh, rumah sakit seharusnya tidak boleh menolak pasien dengan alasan apapun, terlebih dalam keadaan darurat. Hal itu sesuai dengan Pasal 32 ayat (2) UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Oleh karena kelalaian itu, istri Sudarman melakukan gugatan kepada kedua pihak, secara tanggung renteng. Berupa kerugian material dan immaterial yang diderita penggugat, sebesar Rp 1,0026 triliun.

Kerugian materiil sebesar Rp 26 juta dengan rincian, biaya pemakaman Rp 5 juta dan biaya tahlilan selama 7 hari sebesar Rp 21 juta. “Sedangkan sisanya merupakan kerugian immateriil. Sebab, pasca-meninggalnya si suami, klien saya depresi. Ditambah sekarang harus menghidupi ketiga anak sendirian,” jelas Sholeh

Namun ketika dikonfirmasi terkait gugatan itu, Plt. Direktur RSUD dr. Moh Saleh Kota Probolinggo, dr. Rubiati, mengaku belum bisa mengambil langkah lanjutan.

“Kami masih belum bisa memberikan jawaban, karena masih mempelajari materi gugatannya. Kami segara akan menelusuri dan merapatkan dengan manajemen untuk mengambil langkahnya,” kata Rubiati melalui selulernya. (Red)

 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *