Jelajah Situs sejarah Gunung Pawitra

CB,  Surabaya –  Perjalanan yang sangat melelahkan tapi dipenuhi rasa senang dan antusias para peserta JSP ( jelajah situs pawitra), tepatnya di Gunung Gajah Mungkur .

Salah satu gugusan gunung yang mengitari gunung Pawitra ( penggunaan)  diarea situs sejarah Candi Wayang inilah segala kegiatan diadakan dan di pandu oleh Sanak Surya Sindhu Patih selaku pendiri dan pembina Pawitra,  beliau berpesan agar tidak bosan – bosan mempelajari alam dan isinya.

Karena alam itu ayat – ayat yang tersirat dan jalan untuk mendapatkan berbagai macam ilmu,  banyak sekali pesan pesan moral yang Disampaikan kepada peserta dan seluruh anggota Pawirta XI sehingga kita tidak bosan – bosan juga menggali banyak ilmu yang belum pernah kita ketahui. Dimana banyak sekali cagar budaya dan situs sejarah yang kita tidak tau asal muasalnya dari kegiatan Pawitra XI ini akan dikupas satu persatu peninggalan sejarah para leluhur kita.

Harapan kedepan untuk Pawitra , semoga tetap menjadi salah satu wadah kegiatan Edukasi yang lebih berbobot dan makin banyak diminati anak – anak jaman Now…. ( jaman sekarang) apa dan bagaimana Gunung Pawitra secara Rill dan nyata bukan secara klenik dan mitosnya saja.

Beliau juga menyampaikan hal yang sama dengan ketupel ( ketua pelaksana) dimana kegiatan Pawitra XI ada keistimewaan tersendiri dengan adanya performonce art dan ritual doa, peserta kali ini ada 104 dari berbagai kalangan yaitu pelajar SMP 25 surabaya juga ada beberapa pelajar SMA dan pramuka yang menarik perhatian ada peserta termuda dan terkecil anak berusia kurang lebih 20 bulan yang belum mengerti apa itu sejarah. tapi dia sudah bisa mengisyaratkan begitu indahnya kebesaran Illahi dan begitu banyaknya cerita masa lalu yang tersimpan. Pastinya jika ada peserta termuda juga ada peserta yang tertua dengan kisaran usia 61 tahun, sungguh luar biasa Pawitra XI dan jayalah terus Pawitra.

Acara jagong budaya,  keesokan harinya diisi kembali acara ritual doa yang dipimpin oleh kung pri sebutan akrabnya supriyadi sesepuh dari Pawitra,  mereka yang ikut dalam ritual tersebut menggunakan pakaian adat jawa yang menjadi suasana hening seakan alam semesta yang menerima doa doa yang dilaksanakan sebelum kita semua meninggalkan tempat.  Merekapun juga tidak meningglakan sholat berjamaah walaupun kita berada dialam bebas jauh dari tempat ibadah tapi tidak menyurutkan niat oeserta untuk tetap melaksanakan ibadah.

Harapan dari M. Fahmi sebagai ketupel ( ketua pelasana) Pawutra tetap jaya dan sukses selalu, bahkan Pawitra akan terus melahirkan generasi penerus untuk bisa melanjutkan jejak para oendahulu kita. ( fransisca)

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *