IPRS Sajikan Tren Dan Tantangan Terbaru Dalam Peraktik Bisnis Dan Non Bisnis Regional

CB, BALI – (05 November 2018) – Pertemuan Hubungan Masyarakat Internasional telah dimulai di Indonesia dalam kerja terus-menerus untuk membentuk betul Indonesia dan bergema bagi banyak negara di kawasan Asia di mana hubungan masyarakat masih berkembang sebagai profesi yang berkembang pesat.

IPRS adalah puncak dari upaya bertahun-tahun dalam mengembangkan hubungan masyarakat sebagai fungsi manajemen strategis, menjadi peta jalan untuk pengembangan konseptual dan praktik komunikasi profesional. Ini adalah pertemuan strategis bagi para profesional dan akademisi hubungan masyarakat dalam perspektif nasional dan global.

IPRS menyajikan tren dan tantangan terbaru dalam praktik bisnis dan non-bisnis regional yang berhubungan dengan manajemen komunikasi berdasarkan penelitian, studi kasus, dan makalah posisi tentang globalisasi hubungan masyarakat yang berdampak pada semua disiplin yang berlaku untuk organisasi mana pun.

Tujuan kami adalah mengeksplorasi peluang jaringan global yang mengarah ke kolaborasi di seluruh dunia, berbagi ide dan pengalaman baru dari perspektif negara yang berbeda dan menyebarkan standar kinerja hubungan masyarakat di dunia global.

IPRS diluncurkan di Bali setelah satu dekade keberhasilan Public Relations Week Indonesia (2005-2014). Public Relations Week adalah satu-satunya kampanye pendidikan di Indonesia yang secara konsisten dilakukan dalam 10 tahun untuk meningkatkan pengetahuan para profesional, akademisi, mahasiswa dan pemangku kepentingan terkait.

Dengan dukungan terutama dari para profesor dan profesional terkemuka: Dr. James E. Grunig, Dr. Don W. Stacks, Dr. Timothy Coombs, dan Robert Grupp (USA), Dr Roger Hayes (Inggris), dan David Donohue (Australia) dan pendiri berkomitmen untuk mengatur HKI setiap dua tahun.

IPRS2018 Bali Elizabeth Goenawan Ananto, PhD,┬áPendiri FIPRA – Pertemuan Hubungan Masyarakat Internasional

Di era digital, komunikasi terbuka lebar, pemangku kepentingan lebih beragam dengan berbagai kepentingan. Komunikasi strategis perlu diberdayakan dengan cara yang lebih efektif, berkelanjutan dan terukur. Kami melihat bahwa teknologi digital mengubah perilaku orang-orang sehingga organisasi memerlukan strategi komunikasi yang berbeda. Salah satu peran strategis dari PR dalam manajemen organisasi adalah untuk mengkomunikasikan perubahan tersebut dan untuk mengantisipasi dampak dari perubahan yang perlu ditangani oleh organisasi untuk terus mendapatkan kepercayaan publik dan dukungan baik secara internal maupun eksternal.

HKI bisa memperluas cakrawala para pemangku kepentingan, menolak stigma bahwa “PR telah mati”. PR adalah komunikasi strategis yang benar-benar perlu mengembangkan peran dan fungsinya di era digital ini di mana ada komunikasi multi-channel, serba cepat, yang mengubah perilaku publik. Organisasi perlu memposisikan hubungan masyarakat ke dalam cara yang lebih strategis sehingga dapat berkontribusi lebih banyak dalam mengkomunikasikan nilai-nilai organisasi yang berubah sesuai dengan tuntutan waktu itu. Praktisi juga didorong untuk mengembangkan pengetahuan baru secara holistik yang belum pernah dipertimbangkan HKI merupakan sumber inspirasi bagi pengembangan public relations strategis. (Had)

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *