Guruku Sayang : Pilihlah Pemimpin Yang Cintanya Kepada Rakyat Sebening Embun

CB, Baturaja Oku – Guru adalah sosok yang paling berjasa setelah kedua orang tua kita yang ikhlas mengabdikan diri demi mendidik anak semua orang yang Ia kenal maupun tidak dikenal, guru adalah orang  yang tak pernah mengharap jasa dan kita pun bingung seberapa besar imbalan yang harus kita berikan kepadanya walau Ia tak pernah mengharapnya, Ia bangga anak didiknya menjadi tokoh yang di hormati, walau Ia sadar masih ingatkah anak didiknya kepadanya nanti.

Itu semua tak lepas dari sosok pahlawan tanpa tanda jasa, maka melalui HUT PGRI yang ke 73 dan Hari Guru Nasional (HGN) 2018. Dengan semangat yang menggebu Yudi Latif seorang pakar hukum tata negara dan pengamat politik yang menjadi Nara sumber berkata ; pemimpin yang baik dihasilkan dan dididik oleh guru yang baik, guru harus punya wawasan bagaimana menjadi guru yang profesional dan guru yang ideal, yang memiliki metode pembelajaran yang disesuaikan dengan peserta didik, guru tak pernah berhenti mengabdi, pendobrak kegelapan, tak kenal lelah dan tak kenal buntu(belum gajian), Ia tetap semangat mendidik, karena inilah salah satu bentuk mendidik karakter berbasis Pancasila.

Inilah yang membuat Sofyan Saleh Sang motivator muda yang penuh dengan talenta, menciptakan sebuah lagu yang berjudul Guruku Sayang, yang viral dan banyak mendapatkan penghargaan sampai ketingkat MURI, kembali terharu karena lagu ciptaanya dinyanyikan oleh anak anak sekolah SMA negeri 05 Oku yang diiringi musik oleh B’family band di Gedung kesenian, Senin (19/11/2018) yang dihadiri oleh ketua PGRI kabupaten Oku sekaligus Sekda Oku Bpk. Achamd Tarmizi, Kapolres Oku diwakili, Dandim 0403 Oku diwakili, Kajari, Ketua PN, Direktur AKMI, Kadisdik Oku, Unsur Muspida Oku dan ratusan guru sekabupaten Oku.

Oh guruku sayang, bertahun tahun kau mengabdi dengan gaji kecil yang tak kau peduli, demi menjadikan anak didikmu orang orang hebat, terhormat dan tak sedikit menjadi pejabat, tapi tak sedikit pula yang lupa pada jasamu, miris dirimu wahai guruku sayang, memang cintamu sebening embun, menyejukkan, menumbuhkan, menghidupkan bukan mematikan.

Dengan mata sendu Sofyan Saleh Sang motivator, Caleg DPR RI nomor urut 5 memandang para guru lalu berkata ; sudah selayaknya kita tempatkan para guru kita didalam doa kita setelah kedua orang tua kita, dengan nada sedikit bergetar menahan tangis haru memandang nasib Sang guru, seolah Ia meyakinkan hatinya dan memantapkan niat dirinya, bila Sofyan Saleh maju demi kebaikan semua rakyat, inilah yang dinamakan cinta seorang pemimpin kepada rakyatnya sebening embun, tanpa lelah terus berjuang, tak kenal jauh jarak karna rasa tanggung jawab.

Dalam sebuah sejarah dikatakan, saat perang dunia terjadi yang pertama kali ditanyakan oleh negara Jepang adalah masih banyak kah guru yang hidup, karena mereka sadar betapa penting dan berharganya para guru demi kemajuan bangsa, bagaimana dengan Indonesiaku? Sudah kah bertanya bagaimana nasib para guru?, sudahkah mendoakan gurunya seperti doa Sofyan Saleh?.

Maka tidak salah pepatah mengatakan, pilihlah pemimpinmu dari orang yang pandai menghormati guru dan menghargai jasa guru, Karna cintanya dan pengabdiannya kepada rakyatnya akan bening sebening embun.(Tomi)

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *