Pakde Karwo Dampingi Kunker Presiden Jokowi di Magetan

CB, MAGETAN – Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo atau yang akrab disapa Pakde Karwo, mendampingi kunjungan kerja Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo yang lekat disapa Jokowi, di Kabupaten Magetan.

Di kabupaten yang terkenal dengan sentra kerajinan kulitnya ini, Pakde Karwo bersama Presiden Jokowi melakukan peninjauan terhadap pelaksanaan program bantuan kredit modal ringan Mekaar, hasil binaan BUMN PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) di Lapangan Cepoko, Ds. Cepoko, Kecamatan Panekan, Kab. Magetan, Jumat (1/2).

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengingatkan kepada para nasabah Mekaar yang merupakan ibu-ibu rumah tangga, untuk selalu memegang prinsip kejujuran, kedisiplinan, dan kerja keras. Ketiga hal ini dibutuhkan agar para nasabah bisa meraih sukses di masa depan.

Yang pertama, imbuh orang nomor satu di Indonesia ini, adalah kejujuran. Sifat tersebut diperlukan agar para nasabah dapat meraih kepercayaan dari PNM. Jika sudah dipercaya, maka para nasabah berpeluang mendapat tambahan modal yang lebih besar dari pemerintah.

“Modal yang dipinjamkan cukup besar, mulai dua sampai empat juta. Kenapa kami berani memberi modal ? Karena kami menganggap ibu-ibu ini jujur dan bisa dipercaya. Buktinya, ibu-ibu bisa mendapat pinjaman tanpa agunan. Nah, kepercayaan ini yang harus dijaga,” imbuhnya.

Kemudian, lanjut presiden kelahiran Surakarta ini, para nasabah harus disiplin, contohnya saat membayar cicilan. Diharapkan, cicilan itu bisa dibayar tepat waktu. Salah satu tipsnya, yakni harus disiplin menabung dari keuntungan yang diperoleh setiap hari.

“Misalnya, cicilannya Rp. 130 ribu setiap bulan, maka dalam satu hari harus menyisihkan Rp. 20 ribu. Sehingga dalam seminggu sudah dapat Rp. 140 ribu, jadi ketika hari-H nya, tinggal membayar. Dan ingat, ibu-ibu juga harus disiplin dalam pembukuan keuangan, berapa uang masuk, berapa uang keluar,” lanjutnya.

Terakhir, ujar Presiden Jokowi, harus bekerja keras. Sebab, sukses tidak datang dengan sendirinya, tapi melalui kerja keras dan pantang menyerah. “Jika kita memiliki usaha, tapi tanpa dibarengi dengan semangat kerja keras, maka lupakan saja keinginan untuk maju,” ujarnya.

Presiden Jokowi lantas mencontohkan dirinya sendiri, dimana saat merintis karier sebagai pengusaha juga memulainya dari nol. Menurutnya, jika pada umumnya orang-orang mulai bekerja pada jam 08.00 sampai 15.00 sore, maka dirinya bekerja mulai subuh sampai tengah malam.

“Dulu saya juga sama seperti anda, wong saya juga tidak punya agunan. Jadi yang saya jual adalah kepercayaan dan kerja keras.  Pertama saya diberi modal Rp. 10 juta, lalu setelah usaha bertambah maju, pinjaman saya bertambah lagi Rp. 30 juta, tapi kerjanya dari subuh sampai tengah malam, bahkan saya tidur di tempat kerja,” jelasnya.

Presiden Jokowi juga memberikan dua cara agar usaha bisa berkembang. Cara pertama adalah menabung, sedangkan cara kedua adalah meminjam modal. Misalnya, seorang pedagang ingin mengembangkan usahanya, semula hanya menggunakan gerobak, kemudian ingin membesarkan usaha dengan membuka warung.

“Kalau ingin membuka warung, butuh modal Rp. 100 juta, uangnya dari mana ? Kalau ingin sabar, ya menabung, tapi kalau ingin cepat, ya harus pinjam modal. Karena itu, bagi yang ingin naik kelas, bisa pindah ke KUR. Tapi ingat, pinjaman modal itu harus sepenuhnya digunakan untuk mengembangkan usaha, jangan yang lain,” tuturnya sembari menerangkan bahwa pinjaman KUR mulai sebesar Rp. 25-500 juta.

Hadir dalam kesempatan ini, Menteri BUMN, Rini M. Soemarno, Bupati Magetan, Suprawoto, istri Presiden RI, Hj. Iriano Joko Widodo, istri Gubernur Jatim, Dra. Hj. Nina Kirana Soekarwo, dan para nasabah Mekaar di Magetan. (yit)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *