Kembali turun, Caleg DPR – RI Nomor 2 Dapil I Partai Berkarya untuk Mengukur Elektabilitasnya Sendiri.

CB, Suarabaya – 29 Januari 2019, Caleg DPR – RI Partai Berkarya Dapil I (Surbaya – Sidoardjo) nomor urut 2 kembali membuat heboh beberapa tempat keramaian di Surabaya. Saya dari Media Cahaya Baru beserta dengan 2 rekan saya, memergoki dr. Aad Harharah, FS berjalan sendiri di sebuah Mall dengan santai dan berbuasana kaos putih, celana hitam. Begitu kami menghampiri, sambil berjalan berdialog dengan kami, beliau mengatakan sedang menguji elektabilitasnya dan mengevaluasi dirinya secara langsung di tengah – tengah masyarakat di tempat keramaian dan menghitung, menilai, seberapa dikenalnya beliau, oleh arus bawah secara majemuk.

Beliau hadir di tempat keramaian tanpa didampingi oleh siapapun. Ternyata sangat luar biasa, kami sebagai orang dari media online maupun media cetak, sangat kagum oleh beliau, hampir rata – rata yang berpapasan dengan beliau menegur sapa beliau dengan mengucapkan salam sambil bersalaman dan meminta berfoto bersama beliau. Banyak sekali yang menegur beliau di tempat tersebut.

Satu jam berada di dalam Mall, beliau keluar dengan menggunakan Taxi Online yang akhirnya kami pun diajak bersama beliau pergi ke pasar turi. Hal serupa terjadi juga di Pasar Turi, banyak yang menegur beliau dengan sapaan “ini Caleg Berkarya ya?”. Banyak yang meminta untuk berfoto bersama beliau dengan keramahan dan senyumnya yang selalu menghiasi wajahnya, dengan mudah ikut berfoto bersama orang – orang yang menegur beliau.

Kebanyakan yang menegur beliau adalah ibu – ibu yang hadir di lokasi tersebut. Tidak ketinggalan pedagang di kios tersebut, keluar dari kios nya untuk meminta berfoto bersama Beliau hanya memberikan kartu nama yang dibawa di dalam kantung celananya.

1 jam di lokasi tersebut, beliau dengan menggunakan Taxi Online yang menunggu-nya. Langsung menuju ke Ampel di Jl. K.H mansyur.

Di sana beliau berjalan kaki bersama kami, anehnya setiap yang melihat beliau menghampiri dan bersalaman. Tidak tertinggal pula para tukang parkir dan tukang becak yang menghampiri dan ikut berjalan seraya meminta foto bersama. Ada diantara ibu – ibu yang berteriak histeris dari keturunan Madura yang berada disitu, berteriak histeris memanggil nama beliau sambil berlari kecil menghampiri beliau yang berhenti menunggu ibu tersebut. Sambil berlari, ibu tersebut berteriak “itu caleg berkarya, dr. Aad ini, dr. Aad” sehingga mengundang perhatian sekitar. Sambil bersalaman, ibu tersebut meminta kepada dr. Aad untuk dapat memperhatikan mutu pelayanan kesehatan di wilayah di mana ibu tersebut tinggal.

dr. Aad langsung merespon dan menghubungi seseorang pengurus BPJS Ketenagakerjaan untuk membuatkan kartu BPJS kepada ibu tersebut.

Dalam waktu 45 menit, pengurus BPJS Ketenagakerjaan datang ke wilayah tersebut dan berdialog dengan ibu tersebut, dengan mengambil fotokopi KTP dan meminta fotokopi Kartu Keluarga. Pengurus tersebut mengatakan “besok jam 10 pagi, saya antar kartu ibu sudah jadi”. Pengurus BPJS tersebut adalah Ibu Sriwahyuningsih yang dikenal dengan sapaan Ibu Yayuk. Begitu responsifnya dr. Aad atas perkataan ibu tersebut. Setelah itu beliau meninggalkan lokasi tersebut dengan mengucapkan salam yang begitu fasih.

Beliau kembali menaiki kendaraan dan kami pun kembali mengikutinya pergi ke beberapa tempat lainnya hingga malam hari. Setelah itu kami berhenti di tempat di kediaman beliau, di sebuah Apartment. Kami bercengkrama sambil menikmati makanan kecil dan secangkir kopi. Beliau masih belum puas, walaupun selama perjalanan di beberapa tempat yang dikunjungi, beliau mendapat respon yang posisitf dan dikenal oleh beberapa masyarakat yang ada di tempat itu.

Penutup kalimat kami dengan beliau bahwa besok pagi jam 9 atau jam 10 dr. Aad akan keliling kembali ke beberapa tempat selama seminggu untuk mengukur elektabilitasnya sendiri tanpa didampingi oleh siapapun, bahkan kehadirannya di Surabaya saat itupun tidak diketahui oleh siapapun. Beliau akan melakukan ibadah shalat di setiap masjid yang ia lewati, tanpa menggunakan baju ataupun atribut berkarya demi menguji elektabilitas beliau. Apakah beliau dikenal oleh masyarakat atau tidak. Untuk membuat planning kampanye beliau dibulan februari secara all out.

Banyak pertanyaan yang kami lontarkan selama di perjalanan kepada beliau, dan beliau menjawab dengan tegas dan lugas. Mulai dari sistem kesehatan, pertanian, swasembada padi yang menjadi ujung tombak program beliau yang mengutik dan merupakan buah pikir dari presiden kedua RI H. Soeharto. Beliau sangat konsen kepada pendidikan, kesehatan dan petani serta nelayan. Dengan penjelasan yang mudah dimengerti dan dicerna, dan kami yakin juga akan diterima oleh konstiuen yang ada di masyarakat. Bahasa yang digunakan dapat dicerna dan mudah di mengerti. Semua ini dilakukan untuk menilai kerja dan kinerja tim sukses, serta relawan yang telah lama dibentuk oleh beliau. (ER)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *