Program Nawacita Angkat Pertumbuhan Perekonomian di Pedesaan

CB, Tulungagung – Dibukanya Pasar Ngentrong Kecamatan Campurdarat dan Pasar Sumbergempol Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung,   telah berhasil membuka senyum lebar bagi para pedagang. Pasalnya,  sebelum adanya revitalisasi pasar,  mereka hanya bisa berjualan kurun waktu lima hari saja.  Namun,  kini,  para pedagang pun mulai aktif menjajakan barang dagangannya setiap hari usai dioperasikannya pasar pada akhir 2018, lalu.

Revitalisasi pasar ini sendiri,  yakni program Presiden Ir. Jokowidodo (Jokowi)  yang dinamai Nawacita.  Harapannya,  revitalisasi pasar tak lain upaya pemerintah membangkitkan pertumbuhan perekonomian yang ada di wilayah pedesaan.

”Alhamdulillah,  setelah beroprasinya pasar ini kami sangat senang dan sekarang kami pun bisa berjuaalan setiap hari,” kata Srikah (63) seorang pedagang di Pasar Sumbergempol yang diamini pula pedagang lainnya kepada Cahaya Baru,  belum lama ini.

Untuk itu, lanjut ibu berjualan makanan ini,  dirinya dan pedagang lainnya akan merawat  dengan sepenuh hati serta akan menjaga kebersihannya guna menjaga kenyamanan para pembeli.

”Ini adalah amanah bagi kami para pedagang untuk bisa merawat terus dan berusaha menjaga kenyamanan bagi pembeli. Terima kasih pula untuk pemerintah yang sudah memperhatikan dengan membangunkan pasar,”ujar Srikah.

Koordinator Pasar Bendilwungu dan Sumbergrmpol Agus Prihadi S.Sos. MM akan terus berupaya menjaga kebersihan,   keamanan serta kondusifitas pasar menjadi prioritaskan utama.  Apalagi,  selama ini,  hubungan familier antara  pedagang serta  pembeli  sudah terbangun hubungan harmonis sejak lama. ”semoga  tetap aman, nyaman, kondusif serta tetap lancar,”ujarnya.

Soal retribusi pasar,  lanjut Agus,  nominalnya berpariatif dan tentunya sesuai ukuran luas masing-masing.  Dan,  usai revitalisasi pasar,  pedagang pun masih sama seperti dulu, yakni kisaran 60 pedagang alias tidak ada perubahan.

”Ya seperti ini keadaannya,”katanya. Namun,  imbuh Agus,  yang jadi persolan adalah timur pasar revitalisa merasa cemburu dan ingin segara dibangun seperti yang baru itu. ”Semoga saja tahun berikutnya segera terealisasi,”paparnya.

Sementara itu,  Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tulungagung melalui Kepala Bidang (Kabid) Nurweni Astuti SH. MM mengatakan kalau revitalisasi tersbut adalah program Presiden RI Ir Joko Widodo (Jokowi), yakni Nawacita.”Alhamdulillah setelah adanya program dari prmerintah pusat ini,  perkembangan ekonomi di pedesaan ada peninkatan.  Disisi lain, para pedagang juga merasa senang merasa diperhatikan,”jelas perempuan berkaca mata ini pada Cahaya Baru.

Revitalisasi pasar ini sendiri,  lanjut Nurweni,  dibiayai dari dana alokasi khusus (DAK). Sedangkan untuk biaya pembangunan revitalisasi Pasar Sumbergempol mencapai1.024.503.000 rupiah dan Pasar Ngentrong srbesar 968.822.000 rupiah. Untuk penyerahannya dari rekanan ke pihak disperindag,  yakni pada akhir  2018 tahun lalu.

”Tujuan kita memberi fasilitas itu tak lain agar para pedagang dan pembeli bisa nyaman. Untuk itu,  kami sangat berharap pasar itu harus dirawat dengan baik pula. Karena,  dari pihak kami akan terus melakukan prmantauan,”jelas Nurweni dengan mimik serius.

Nurweni menambahkan,  soal target pendapatan asli daerah (PAD) yang disetorkan ke khas daerah tak pernah ada masalah.  Bahkan, menurutnya,  target disperindag yang disetorkan di khas daerah selalu melebihi dari target yang dipatok.

”Soal target,  pihak disperindag selalu melebihi dari target yang dipatok.  Dan semoga saja  untuk tahun-tahun berikutnya bisa kembali menaikan target dari tahun yang sudah-sudah,”harap Nurweni.(had)

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *