Disinyalir Bos Ekspedisi Kencani Istri Anak Buahnya Sendiri di Hotel

CB, JEMBER – Menjadi seorang pimpinan atau biasa disebut sebagai seorang bos harusnya mampu memberikan kesejahterakan bagi karyawan atau anak buahnya sendiri bukan malah memanfaatkan jabatannya untuk menggerayangi istri bawahannya.

Seperti yang dilakukan oleh Sas, pria yang yang beralamat di daerah Tanggul Jember yang kesehariannya bekerja sebagai bos ekspesi diduga telah menjalin asmara terlarang dengan istri karyawannya sendiri, sebut saja Nur wanita yang beralamat di Desa Sidomulyo Kecamatan Tanggul Jember.

Dugaan adanya hubungan terlarang antara  Sas dan Nur diperkuat saat keduanya kedapatan cek out dari salah satu hotel diperbatasan Jember bagian timur, keduanya mengendarai mobil Grand livina yang diketahui milik Sas, Usai keluar dari hotel keduanya mampir makan bakso dan melanjutkan perjalanan kearah Gambirono, dan menurunkan Nur untuk mengambil sepeda motornya yang sebelumnya dititipkan diparkiran didaerah Gambirono, lalu keduanya arah pulang kerumah masing Рmasing.

Saat dikonfirmasi dirumahnya Nur mengakui semua perbuatannya dengan Sas dan bahkan bukan kali ini saja dirinya diajak kehotel, namun sudah 3 kali.

“Iya mas saya akui kalau saya kehotel dengan dia (sas), tapi tolong mas jangan sampai ada yang tahu masalah ini terutama suami dan keluarga saya, ini ibuk lagi kondisi sakit jadi sekali lagi tolong ya mas” Ujarnya

“Dia itu juragan ekspedisi ditempat suami saya bekerja, dia juga besan dari saudara saya” Tambahnya

Dalam kondisi kebingungan, Nur memanggil seorang pria yang diketahui sebagai seorang Kepala Dusun (Pak Kampung) diwilayahnya yang diakuinya sebagai saudara. Kampung tersebut meminta permasalahan ini pihaknya yang akan menyelesaikannya.

“Ma’af mas ini saudara saya, biar nanti saya yang menyelasikan masalah ini, nanti saya kasih uang rokok, dan dikemudian hari kalau ada apa – apa biar saya yang bantu, dan Nur sudah saya tempeleng agar kapok.” Jlentreh kampung tersebut

Disisi lain Sas saat kami datangi sedang tidak ada dirumahnya dan hanya bisa kami konfirmasi lewat sambungan telp, saat itu Sas mengatakan bahwa dirinya sudah mengerti akan permasalahan ini.

“iya mas saya sudah ngerti kok, gini saja wes biar nanti ada saya ngurus” ujarnya sembari menutup telpnya.

Selang sehari kemudian salah satu tim dari media ini mendapatkan teror telp dari beberapa orang yang tidak diketahui siapa, ada yang mengaku sebagai anggota, ada pula yang mengaku saudara dari Sas dan meminta untuk tidak meneruskan permasalahan ini.

Benar kata pepatah, sepandai – pandainya kita menyimpan bangkai pasti akan tercium juga bau busuknya, begitupula dengan hubungan asmara terlarang, serapi apapun dan sepandai apapun merahasiakannya pasti akan terkuak.

Bagaimana tanggapan masyarakat sekitar setelah mengetahui berita ini, dan bagaimana pula tanggapan dari kedua keluarga k? (tim/gus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *