Serahkan Ratusan Senjata, Yonif 711/Rks Sebut Warga Maluku Ingin Hidup Damai

CB, MALUKU – Salah satu bukti nyata untuk mewujudkan perdamaian dan hidup saling berdampingan, warga Maluku telah menyerahkan 217 pucuk senjata dan ratusan munisi kepada Satgas Yonif 711/Raksatama (Rks) secara sukarela.

Komandan Satgas Yonif 711/Rks, Letkol Inf. Fanny Pantouw, mengungkapkan bahwa selama penugasan sebagai Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) Maluku, ratusan senjata yang diamankan selama ini terdiri dari 11 pucuk senjata api organik dan 206 pucuk senjata api rakitan serta ratusan butir munisi berbagai kaliber.

“Ini merupakan tekad dan bukti nyata bahwa masyarakat Maluku ingin hidup berdamai. Selain itu, juga membuktikan bahwa keberadaan Satgas Yonif 711/Rks di tengah-tengah masyarakat dapat diterima dengan baik dan dapat memberikan rasa aman

Lebih lanjut, menurut Fanny, konflik horizontal yang telah terjadi belasan tahun yang lalu memang masih menyisakan rasa takut masyarakat akan terulangnya kembalinya kejadian tersebut, sehingga sebagian masyarakat masih menyimpan senjata api untuk perlindungan diri dari kemungkinan konflik lanjutan.

“Untuk mewujudkan perdamaian dan rekonsiliasi konflik di beberapa daerah yang mengalami konflik, kita ke depankan (pendekatan) Binter, dan ini berhasil menyadarkan masyarakat untuk saling menjaga perdamaian sekaligus menyerahkan senjata dan munisi kepada kita,” ujarnya.

Fanny mengatakan, seperti pada Selasa (30/4/2019) kemarin, di tiga tempat yang berbeda, telah diserahkan secara sukarela oleh warga berbagai senjata dan munisi dalam kondisi baik.

“Warga Desa Waimital secara sukarela menyerahkan 1 pucuk senjata api standar jenis SKS berikut 1 magasin dan 6 butir munisi,” katanya.

Sementara di Negeri Latu dan Hualoy, lanjut Fanny, telah diserahkan 1 pucuk senjata api standar jenis U.S. Carabine dan 2 magasin, serta 15 pucuk senjata rakitan disertai 104 butir munisi campuran.

“Di wilayah Desa Eti Kecamatan Seram bagian barat Kabupaten Seram Bagian Barat juga telah diserahkan secara sukarela oleh warga berupa 1 pucuk senjata api rakitan,” ungkapnya.

Dari beberapa penyerahan senjata tersebut, Fanny menuturkan, selain menunjukkan bahwa keberadaan Satgas saat ini bisa diterima dengan baik dan dicintai rakyat, tapi juga menunjukkan bahwa masyarakat telah memiliki kesadaran yang tinggi untuk menciptakan perdamaian, kerukunan serta kepercayaan antar kelompok warga maupun dengan aparat.

“Apa yang terjadi di kepulauan Maluku, kini dapat menjadi pelajaran penting, tidak saja untuk masyarakat Maluku saat ini dan generasi ke depan, apalagi di tengah kondisi makin merebaknya intoleransi, radikalisme dan terorisme yang dapat mengancam integritas bangsa,” ujarnya.

“Kita harus menjaga dan memelihara kearifan lokal sebagai rajutan perdamaian dan kerukunan di tengah-tengah masyarakat Maluku,” kata Fanny menambahkan.

Untuk diketahui, dalam beberapa kesempatan, Satgas Yonif 711/Rks memanfaatkan seni Marawis sebagai wahana membangun kebersamaan dan kepercayaan antar kelompok warga, seperti di Wakal-Hitu, dan Latu-Hualoy yang mayoritas warganya beragama Islam.(fad)

 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *