DIGUNCANG VIDIO MESUM, DUNIA PENDIDIKAN KEMBALI TERCORENG

Banyuwangi – Masih hangat hangat dalam sebuah ingatan bahwa beberapa waktu yang lalu dunia pendidikan di banyuwangi sempat dibuat kesruh dan heboh yang diakibatkan karena adanya beberapa murid yang tidak diikut sertakan dalam pelaksanaan UNBK oleh sekolah. Tidak diikut sertakannya murid tersebut dalam UNBK disebabkan karena diketahui bahwa murid tersebut dalam kondisi telah hamil.

Tak henti sampai disitu,  Baru – baru ini dunia pendidikan kembali dihebohkan dan bagai diguncang prahara setelah beredar vidio mesum dengan durasi 01.36 ( satu menit tiga puluh enam detik)  dan 01.39 ( satu menit tiga puluh sembilan detik) yang diduga kuat dilakukan oleh salah satu siswi SMP N 3 Banyuwangi, sebut saja KENANGA.

Kehebohan vidio mesum tersebut pernah menjadi bahan perbincangan di lingkungan sekolah, dinas pendidikan banyuwangi dan publik. Karena diketahui bahwa diduga kuat pelaku yang ada dalam video mesum tersebut masih sama – sama duduk dibangku pendidikan ” Heboooh… Hebooohh… Ada gosip vidio mesumnya KENANGA,  pokoknya heboh deeeh. “. Kata segerombolan murid SMP N 3 Banyuwangi.

Peristiwa tersebut sangatlah disayangkan dan menimbulkan rasa keprihatinan yang sangat mendalam bagi, Ahmad Nehro Zaeni, SP,  ketua umum SOCIALITY INDEPENDENCY ‘ YASRA SIAR DINAMIKA INDONESIA ‘ , ” terus terang saya malu dan sangat prihatin terhadap peristiwa tersebut. Karena itu bukan hanya mencoreng,  tapi aib bagi dunia pendidikan “. Tegas A. Nehro Zaeni.

Dirinya menambahkan ” Secara agama,  dia itu ( pelaku vidio mesum) syaitan semua. Dan pihak sekolah semestinya sejak anak – anak tersebut diterima di sekolah,  harus diberi pembinaan agama dan moral yang kuat. Karena kejadian seperti itu merupakan kegagalan pihak sekolah di bidang ahlaq dan mortalitas anak didiknya “. Tegasnya.

Di ruang kerjanya, Joko,  Kepala Sekolah SMP N 3 Banyuwangi membenarkan ” Benar KENANGA itu murid sini ( SMP N 3 ). Masalah vidio mesum itu awalnya saya ragu,  karena dia itu berjilbab dan dalam video itu ada tai lalatnya. Dan setelah anaknya saya panggil dan orang tuanya saya panggil, ternyata orang tuanya mengamini ( membenarkan)  vidio itu “. Terangnya.Terkait pendidikan Kenanga di sekolah,  Joko menerangkan bahwa ketika Kenanga masih di kelas VII,  dia itu sangat aktip di extra kurikuler. Seperti Drum Band dan itu sangat menonjol. Namun teman – temannya banyak yang tidak suka. Karena sifat Kenanga itu egois. Sehingga pada saat dia kelas VIII dan IX, saya fokuskan pada pendidikan kurikuler dan hasilnya sedang.

Sementara Suratno,  Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi terkait masalah tersebut dihubungi melalui telepon selulernya ataupun WA belum ada tanggapan atau respons sama sekali. (Imm)

 

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *