Pedang Pora Sambut Kapolres Surabaya Yang Baru

CB, Surabaya – Upacara Saklar pedang pora mengiringi serangkaian serah terima Jabatan (Sertijab) pergantian Kapolrestabes Surabaya dari Kombes Pol Rudi Setiawan S.H, S.I.K M.H kepada Kombes. Pol. H. Sandi Nugroho, S.I.K, S.H, M.Hum. Upacara tradisi sambutan tersebut itu dilaksanakan di Mapolrestabes Surabaya, Selasa(7/5/2019) Pukul 11 .00 Wib.

Upacara berlangsung Khidmat, yang melibatkan dua regu perwira membawa pedang panjang menyambut kedatangan Kapolres baru dan lama.

Suasana haru para polisi dan Bhayangkari terlihat saat Kapolrestabes Surabaya yang menunggu kedatangan penjabat baru Kombes. Pol. H. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum, beserta istrinya dengan didampingi Wakapolrestabes Surabaya AKBP Leo Imaratama SH S.I K M.SI yang berjalan diatas karpet merah melewati satu persatu pedang pora. Kedatangan Sandi Nugroho disambut hangat berjabat tangan sambil duduk bersama melihat tarian remong.

Selesai tarian tersebut penjabat baru Kombes Pol H. Sandi Nugroho S.I.K S.H M.Hum, dipersilahkan masuk di dalam ruang museum Mapolrestabes Surabaya untuk memperilhatkan suasana Ruangan

Dalam sesi terakhir, Kapolrestabes lama memberi sambutan, “Saya harap kepada penjabat baru dapat memberikan hal hal baik yang telah terlaksana dan terus menjaga kemanan kota Surabaya”

Rudi juga menambahkan”meninggalkan kota Surabaya, saya datang ke surabaya dengan penuh kebanggaan karena saya datang untuk menjabat Kapolrestabes Surabaya gantikan pendahulu saya,  ya orang besarlah (red.Muhammad Iqbal, S.I.K., M.H. ), nah sekarang saya akan keluar dari Polrestabes Surabaya ini dengan penuh kebangaan juga, karena yang menggantikan saya juga orang besar,” ujar menurut lelaki berpangkat melati tiga dipundaknya.

Lulusan Akpol Tahun 1993 juga mengatakan, “Yang sulit dilupakan saat menjabat di Kota Surabaya
Saat peristiwa pengemboman yang terjadi di Jawa Timur pada 13–14 Mei 2018. Tiga tempat diantaranya tempat ibadah Gereja Santa Maria Tak Bercela, GKI Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jemaat Sawahan kejadiannya itu sudah hampir satu tahun, setelah itu saya coba identifikas dan evaluasi, tujuannya supaya tidak terulang lagi, saya juga berusaha mengedukasi masyarakat, ketika itu bulan puasa seperti ini, dengan Bu Wali kemana-mana lakukan touring,” kenangnya ketika menjabat kemarin.

Disisi lain Kombes. Pol. H. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum, mengatakan”Kapolrestabes Surabaya itu tetap Rudi Saya hanya meneruskan aja jadi apapun yang dikerjakan Rudi disini saya sebagai penggantinya akan kami lanjutkan”

“Sebenarnya berat buat saya untuk dinas disini, karena saya baru pertama kali di Jawa Timur terutama Surabaya, saya menggantikan orang hebat jadi itu tantangan bagi saya, untuk bisa melanjutkan apa yang sudah dicapai beliau. Namun dengan bantuan temen -temen media mudah – mudahan kita bisa pertahankan apa yang sudah dicapai Rudi, dengan segala kerendahan hati Mudah mudahan saya bisa diterima sebagai warga surabaya untuk saling bersinergi dalam rangka Jogo Suroboyo,”harapnya saat di wawancarai  media.

Saat Sandi di temui awak media, juga memberikan kesan terhadap kota Surabaya,
“Surabaya lebih rapi tertata dan kita mengakui bahwa Walikota Surabaya Risma sangat luar biasa walaupun beliau seorang wanita tetapi mempunyai kemaun keras untuk membangun Surabaya”.

“Sebelum saya menduduki Kapolres Medan banyak belajar dari kota Surabaya untuk bisa memperbaiki menjadi lebih baik, namun surabaya lebih duluan yang membuat kota ini menjadi Keren,” ungkap bangganya terhadap Kota Surabaya . ( sis)

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *