LPSK Serahkan Kompensasi 16 Korban Bom Surabaya Rp 1,1 M

CB, Surabaya – Pemerintah melalui Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) terorisme memberikan kompensasi kepada 16 korban ledakan bom bunuh diri yang berlangsung di Surabaya.

Peristiwa bom bunuh berlangsung serentak di tiga tempat diantaranya Santa Maria, Gereja Jalan Arjuno dan Polrestabes Surabaya. Santunan sebesar Rp 1,1 milyar tersebut diserahkan Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (15/5/2019)

Penyerahan santunan juga sekaligus menandai setahun peristiwa berdarah tersebut. Hasto Atmojo Surojo mengatakan dari banyak korban di Jawa Timur, LPSK baru bisa memberikan kepada 16 orang dengan besaran santuanan yang variatif antara Rp juta sampai Rp 605 juta yang diterimakan Ipda Achmad Nurhadi.

Saat itu perwira polisi ini tengah bertugas di gereja Santa Maria Tak Bercela Surabaya.

Kompensasi tersebut kata Hasto sesuai amanat UU nomor 5 tahun 2018 dimana BNPT dan LPSK memberikan perhatian kusus kepada para korban tindak pidana terorisme dan tindak pidana lainya seperti bom bunuh diri.

Tindaka pidana terorisme adalah kejahatan kemanusian. Akibat tindak pidana terosime itu menimbulkan banyak kerugian baik materiel maupun korban jiwa.

LPSK  sebelumnya juga  menyerahkan bantuan serupa di Samarinda, Jakarta, Medan, Bima dan Yokyakarta.

“Ini adalah tindak pidana baru dan kompensasi ini juga hal yang baru,” ucap Hasto.

Kompensasi Rp 1,1 milyar Ini diakuinya belum bisa memenuhi semua kebutuhan korban yang diakibat  peristiwa tragis itu. Tapi setidaknya negara telah hadir dan memberikan perhatian.

LPSK juga sudah memberikan pendampingan rehabilitasi medis pada korban dan psikologis. Jika diperlukan akan memberikan bantuan psikososial meski harus kerjasama dengan institusi lainnya.

” Pemprov Jatim kedepan diharapkan juga bisa menambah anggaran untuk kepentingan korban terorisme dan tindak pidana lainnya,” tegas Hasto. (YIT)

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *