Imigrasi Kelas I Tanjung Perak Terpilih Menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi

CB, Surabaya – Petugas Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak, dalam bulan Ramadhan 1440 H, petugas tetap berupaya untuk memberikan pelayanan prima kepada warga masyarakat pemohon yang hendak mengurus Paspor.

“Di bulan Ramadhan ini, jumlah pemohon keimigrasian tidak seramai hari biasanya dan cenderung menurun,”  ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak Romy Yudianto SH, MH, melalui Kasi Lalu Lintas Keimigrasian Guntur Sahat Hamonangan SE, MH, Senin (27/5/2019).

Pelayanan yang biasanya mencapai 150 hingga 200 orang pemohon Paspor, bahkan terkadang hingga 250 pemohon. Selama bulan Ramadhan rata-rata hanya mencapai 50 orang pemohon per harinya.Meskipun begitu, kata Guntur,  petugas Imigrasi kelas I Tanjung Perak tetap bersemangat dalam memberikan pelayanan.

Menurutnya, masyarakat yang datang di Kantor Imigrasi mayoritas adalah pembuatan paspor saja. Dan tetap “prima” dalam melaksanakan layanan publik, meskipun di bulan Ramadhan ini cenderung menurun.

“Mengenai persyaratannya yang diperlukan, tetap sesuai dengan aturan yang berlaku, yaitu, KTP, Kartu Keluarga, Akte kelahiran, ijazah, surat nikah. Beserta data pendukung lainnya, dan jika ada yang kurang jelas petugas informasi siap membantu,” paparnya

Guntur juga mengatakan, bahwa tanggal 22 Mei 2019 Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak ini, kita dipanggil untuk mengikuti penilaian, menuju ke Zona Integritas WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi), dan pada hari Rabu penilaiannya kita diangka 96.61.

Berdasarkan hasil penilaian tersebut, Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak ini dapat diusulkan sebagai satuan kerja yang bersih dan melayani.

“Selain itu, didalam WBK tersebut ada program Startnas dari pemerintah, mandat dari presiden itu Pelabuhan. Jadi pelabuhan itu bukan Kantor Imigrasi saja, melainkan WBK yang disitu ada Pelindo, ada Syahbandar, dan semua kantor atau stakeholder disitu harus WBK semua,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk Kantor Imigrasi Tanjung Perak tersebut sudah, dan tinggal menunggu deklarasi yang di pelabuhan. Untuk deklarasi di pelabuhan itu koordinatornya Otoritas Pelabuhan (OP) dan setelah itu dilakukan penilaian seperti kita.

“Di Indonesia ini ada 10 tempat yang terpilih untuk diajukan, diantaranya, untuk Jawa Timur dapatnya Pelabuhan Tanjung Perak dan Bandara Juanda. Jadi instansi – instansi mana saja yang dianggap tempat itu harus WBK,” ujarnya.

Jadi sekarang ini, lanjut Guntur, tiap pagi kita berdoa bersama selanjutnya kita ada yel – yel yang harus diucapkan sebelum melaksanakan pekerjaan.

Awalnya anggota agak berat, karena harus senyum, sapa, dan lainnya. “Namun, setelah dilakukan setiap hari dan ini juga kemauan dari kepala kantor ya harus kita dukung, dan awalnya mereka yang hanya mendukung 20 persen, sekarang sudah meningkat 30 persen dan seterusnya, bahkan saat ini mereka sudah saling mengingatkan,” ujarnya.

“Untuk yel yel tersebut bisa dilihat di youtube atau facebook, yang intinya WBK ini adalah keterbukaan terhadap masyarakat. Jadi yang dinilai adalah index kepuasan konsumen dan index persepsi korupsi,” papar Kasi Lalu Lintas Kanim Kelas I Tanjung Perak asal kota Batam ini.

Pantauan Cahayabaru ruangan tempat antrean atau menunggu panggilan yang biasanya dipadati oleh para pemohon paspor, dalam bulan Ramadhan kali ini memang terlihat agak lengang. Namun, tampak para petugas Kanim Tanjung Perak tetap terlihat prima dalam melakukan pelayanan. ( sis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *