Oknum Guru SMP Yosowilangun “Main” Dengan WIL Saat Jam Dinas

CB, Lumajang – Seorang guru harusnya bisa menjadi panutan dan mampu menjadi sosok yang bisa dijadikan contoh bagi siswa – siswinya, selain itu seorang guru yang notabennya sudah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sekarang dikenal dengan sebutan Aparatur Sipil Negara (ASN) wajib mentaati semua peraturan yang ada.

Seperti kelakuan Oknum guru SMP Yosowilangun sebut saja SNR yang beralamat diperumahan Tukum Lumajang dan juga sudah mempunyai seorang istri yang menjadi guru disalah satu SD, nampaknya tidak patut dicontoh, dimana saat jam dinas yang harusnya mengajar dan memberikan ilmu pada muridnya malah keluyuran bersama wanita idaman Lainnya (WIL), yang berinisial VK beralamat di Desa Tekung Lumajang.

Dari informasi yang berhasil kami himpun, hubungan keduanya (SNR dan VK) ini sudah berjalan cukup lama, bahkan saat VK masih memiliki suami syah hingga saat ini bercerai, dan patut diduga bahwa rumah tangga VK hancur karena adanya pihak ke tiga yaitu SNR, namun belum ada yang bisa membuktikan hingga kemarin (kamis, 23/05/2019) kepergok jalan berdua ke sebuah swalayan / tempat perbelanjaan di daerah Jember.

Saat dikonfirmasi SNR menyampaikan bahwa VK ini hanya nunut dan dirinya sudah ijin ke pihak sekolah.

“Dia hanya nunut kok, dan saya sudah ijin ke Kepala Sekolah bahwa mau legalisir ijazah, terus apa salahnya” Ucapnya

Saat ditanya mana legalisir ijazahnya, SNR Berkelit “gak jadi karena sudah kesiangan” Jlentrehnya.

Sementara itu VK yang saat itu masih berada didalam mobil SNR saat dikonfirmasi tidak satu patah katapun terucap dari mulutnya hanya senyum – senyum sembari memainkan rambut panjangnya dengan pakaian yang cukup sexy.

Disisi lain Kepala Sekolah SMP 3 Yosowilangun M. Yuwono saat dikonfirmasi perihal kegiatan SNR yang notabennya seorang guru yang berada dibawah naungan nya menyampaikan bahwa kalau urusan dinas harus ada surat ijin dari dinas dan kalau urusan pribadi bukan wewenangnya.

“Kalau urusan Dinas silahkan minta ijin dulu ke Dinas, sedangkan kalau urusan pribadi ya silahkan kepribadinya langsung itu bukan urusan saya” Ujarnya.

“Yang bersangkutan memang kemarin ijin keluar untuk legalisir ijazah, ya saya ijinkan karena kalaj tidak jam dinas legalisir tidak diayani dan kalau ijinnya disalah gunakan ya gimana lagi? namun yang pasti saya terimakasih banyak sudah mendapatkan informasi dari anda.” Pungkasnya.

Salah satu tokoh masyarakat Yosowilangun yang enggan disebutkan namanya menyapaikan bahwa seharusnya seorang pendidik tidak bertingkah dan berperilaku seperti itu.

“Seorang pendidik tidak seharusnya berperilaku seperti itu, apalagi saat jam Dinas, dan kalau terbukti, pihak Dinas Pendidikan harus bertindak tegas agar tidak dicontoh oleh guru yang lain.”Tutupnya.

Sungguh disayangkan ijin keluar dari Kepala Sekolah ternyata disalah gunakan oleh oknum guru SNR dengan VK untuk berbelanja, Bagaimana Tanggapan Dinas Pendidikan perihal ulah oknum guru ini ? dan bagaimana pula tanggapan para wali murid jika tahu anaknya di didik oleh oknum guru yang perilakunnya diluar batas kewajaran? (gus/tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *