Emil Dardak Minta IKAT Jaga Tradisi Mudik ke Kampung Halaman

CB, TRENGGALEK – Ikatan Keluarga Asal Trenggalek (IKAT) harus mampu menjaga tradisi untuk ditularkan kepada anak atau generasi muda. Alasannya, tradisi mudik ke kampung halaman atau asal kelahiran

menjadi sesuatu yang harus disyukuri.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menghadiri Halal Bihalal Ikatan Keluarga Asal Trenggalek (IKAT) di Pendopo Kab. Trenggalek, Kamis (6/6) malam.

Ia mengatakan, sebagai masyarakat dan memiliki tanah leluhur asal Trenggalek Wagub Jatim bersyukur bisa mempunyai kampung halaman. Emil sapaan akrabnya mengartikan bahwa sebenarnya yang indah dari kegiatan mudik itu adalah pulang ke kampung halaman, dalam hal ini Trenggalek.

Oleh karenanya, pihaknya akan berkomitmen untuk berusaha hadir di setiap kegiatan halal bihalal agar menjadi contoh dan inspirasi bagi generasi ke generasi muda lainnya sehingga mengenal kampung halamannya.

Ditambahkan, yang membuat spesial dari Halal Bihalal IKAT ini adalah kesamaan dan kenangan akan kampung halaman, terutama bagi perantau yang ada di kota-kota besar. “Ini yang sebenarnya perlu didorong dan perlu dibangun, bahwa tradisi kita berkumpul di kampung halaman seperti ini bisa diteruskan ke generasi berikutnya. Kami ingin agar definisi dari keluarga besar Trenggalek atau IKAT ini bisa diturunkan ke generasi generasi muda serta keturunan IKAT,” ujarnya.

Sementara itu, terkait pengembangan ekonomi Kab. Trenggalek pihaknya sepakat untuk membangun sinergi dan konektivitas dengan kabupaten/kota lain salah satunya Kota Malang.

Ia melihat bahwa, di Malang banyak investor yang menanamkan modalnya serta pengembangan investasi. Namun, kondisi saat ini investasi sudah penuh dan banyak dilakukan. Maka, sinergitas antara Malang dan Trenggalek bisa dilakukan lewat perluasan akses investasi di Trenggalek.

Dihadapan undangan yang hadir, Emil menjelaskan bahwa pihaknya bersama Bu Gubernur ingin mencoba menggodok provinsi untuk terus meningkatkan serta mengungkit ekonomi di Jatim.

Dijelaskannya, Gubernur memberikan amanah kepada kami selaku wakil gubernur untuk fokus pada pembangunan kawasan selatan. Salah satunya yang ingin kita dorong yakni indeks kesenjangan wilayah. Maka, dalam waktu dekat akan memastikan RPJMD Provinai bisa menyentuh indeks kesenjangan wilayah menjadi indikator kinerja utama Gubernur dan Wagub Jatim.

“Kami ingin memastikan di RPJMD yang akan disusun indeks kesenjangan wilayah menjadi indikator kinerja utama dari program Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur. Disertai dengan adanya komitmen di dalam dokumen perencanaan untuk membangun dan mendorong kawasan Selatan yang tertuang dalam keberpihakan anggaran,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Trenggalek H. M. Nur Arifin mengatakan, kegiatan Halal Bihalal ini ingin merekatkan sekaligus membangun Trenggalek dari rantau. Pihaknya ingin, IKAT bisa menjadi duta investasi bagi kemajuan Kab. Trenggalek.

“Kami ingin lelang investasi ini bisa menangkap dan mengambil peluang investasi positif yang bisa ditangkap oleh IKAT. Kesemuanya itu diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

Turut hadir Tokoh tokoh maupun pejabat asal Trenggalek antara lain, Ny. Sutaji (Ketua TP PKK Kota Malang) Hermanto Dardak, Priyo Budi Santoso dan Prof. Dr. Kunti Ludigdo dan pejabat serta tokoh lainnya. (yit).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *