Forpimda Gresik Terima 25 Orang Peserta SSDN PPRA Ke 59 Lemhanas RI

CB, Gresik – Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kab. Gresik, menerima 25 orang peserta SSDN PPRA ke-59 Lemhanas RI di Ruang Praja Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik, Rabu (3/7/2019).

Pada saat bertemu dengan para peserta Study Strategis Departemen Dalam Negeri (SSDN), Program Pendidikan Regular Angkatan (PPRA) ke 59 tahun Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto banyak menyampaikan data dan informasi strategis tentang Gresik.

Data dan Informasi yang diberikan Bupati Sambari ini, terkait dengan beberapa pertanyaan para peserta dalam rangka tugas pembuatan esai dan tulisan.

Sementara Ketua Rombongan, Inspektur Jenderal Kepolisian Drs. Sam Budigusdian saat diterima Bupati di Ruang Graita Eka Praja Kantor Bupati Gresik, mengatakan, bahwa kedatangannya bersama dengan rombongan peserta Study strategis departemen dalam Negeri PPRA Ke-59 ini, agar supaya mereka dapat melihat secara langsung, untuk mendapatkan temuan yang kemudian akan disusun menjadi tulisan esai.

“Secara Geografis, letak Gresik sangat strategis. Kami melihat banyak sekali yang bisa di tingkatkan di Gresik ini, sehingga nantinya Gresik menjadi penopang utama ekonomi Jawa Timur,” paparnya.

Apalagi kebijakan persiapan pembangunan smelter yang ada di Gresik, “Kami optimis, bahwa ke depan Pemkab Gresik mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Jenderal berbintang dua dari Polri ini.

Ada 25 peserta SSDN PPRA Lemhanas yang melakukan kunjungan ke Gresik. Mereka yang nantinya akan menduduki jabatan strategis di tanah air ini berasal dari beberapa institusi. Dari TNI sebanyak 10 orang, dari Polri sebanyak 5 orang, dari Aparatur Sipil negera (ASN) sebanyak 5 orang, dari Organisasi Kemasyarakatan sebanyak 3 orang dan 2 orang lainnya dari mancanegara.

Banyak hal yang ditanyakan para peserta, mulai dari tingkat ekonomi dan indeks pembangunan manusia di Gresik, tentang budaya, tentang pariwisata dan sampai sejauh mana pariwisata ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bahkan salah seorang peserta menanyakan tentang peran politik perempuan di Gresik, terutama kepesertaannya menjadi Calon Kepala Desa yang bakal digelar serentak pada 31 Juli mendatang.

“Di Gresik suara perempuan menjadi modal utama dalam menentukan suara di Gresik. suara perempuan di Gresik mutlak dan biasanya tidak mudah dipengaruhi,” kata Bupati Sambari.

Bupati yang didampingi oleh Ketua DPRD Gresik, Achmad Nurhamim, menyatakan, bahwa jumlah anggota legislative hasil pemilu 2019 meningkat. Saat ini ada 9 orang yang terpilih duduk menjadi anggota legislative, dibanding Pemilu sebelumya yang hanya 7 orang.

Pada kesempatan itu, Bupati Sambari juga menyampaikan beberapa kendala yang ada di Gresik. Diantaranya, tentang  Dermaga Untuk Kebutuhan Sendiri (DUKS), pengawasan tenaga kerja yang kewenangannya ada di pemerintah Provinsi, serta batas mil laut Pemkab Gresik yang semakin sempit.

Selain didampingi oleh Ketua DPRD Gresik, Bupati Sambari saat itu juga didampingi oleh Forkopimda, diantaranya, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf. Budi Handoko, S.Sos, Wakapolres Gresik dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Gresik . ( sis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *