Untuk Cegah DBD Puskesmas Simpang Empat Lakukan Penyuluhan PSN

Tanah Bumbu – Sebagai antisipasi penularan penyakit Demam Berdarah Dengue di wilayah kecamatan Simpang Empat , Puskesmas Perawatan Simpang Empat melakukan penyuluhan PSN ( Pemberantasan Sarang Nyamuk) di RT 13 kelurahan Kampung Baru. Sekitar 40 warga  mengikuti kegiatan penyuluhan PSN  dirumah ketua RT 13 dijalan Yudistira. Turut hadir Lurah Kampung Baru bersama perangkat kelurahan, Wakil Ketua RT, Dinas Kesehatan Tanah Bumbu , kepala Puskesmas beserta staf dan tokoh masyarakat.  Setiap warga yang datang diberikan brosur tentang Penyakit DBD dan PSN. Penyuluhan PSN ini juga terkait diketahui sebelum nya ada warga di jalan yudistira RT 13 yang tertular penyakit DBD (demam berdarah dengue).

Abidin, S.Sos Lurah Kampung Baru dalam sambutanya meminta masyarakat untuk memperdulikan masalah pencegahan demam berdarah, karena sudah ada warga yang tertular penyakit tersebut. “ Tolong kepada ibu-ibu dan kita semua untuk menjaga kesehatan karena sudah ada penderita demam berdarah.” Pintanya.  “ Tolong ini jangan diabaikan dan diperhatikan serius, lakukan apa yang diminta oleh petugas kesehatan agar penularan penyakit ini tidak bertambah, dan Kami akan mendukung kegiatan-kegiatan seperti gotong royong dan lainya”kata pak lurah.

Ari Lungan kepala puskesmas perawatan simpang empat langsung memberikan penyuluhan dan menjelaskan kepada warga bahwa yang harus dilakukan PSN adalah melakukan kerja bakti pemberantasan Sarang Nyamuk penyebab demam berdarah dengue. “ Kita harus melakukan 3 M plus, yaitu mengumpulkan berbagai sampah yang dapat tergenang hujan, membuang dan menguras air yang tergenang seperti kaleng, ban bekas, kaleng dan lainya. “ Jelas dokter. “kemudian, menutup bagian atas ban bekas dari resiko tergenang air hujan atau air pencucian mobil atau motor, atau mengisi penuh dengan tanah ke bagian ban bekas.  Dokter yang baru menjabat di puskesmas perawatan simpang empat juga menyampaikan agar warga bisa melaksanakan program satu keluarga mempunyai pemantau jentik di lingkungan rumah sendiri.

Dokterjuga menambahkan yang hasur dilakukan 3 hari sekali adalah membersihkan genangan air, seperti tempat gelas pada dispenser dan kulkas atau lemari es, kemudian menyiram WC/Kloset yang jarang dipakai, dan atau membuat tutup tertentu untuk WC/Kloset yang jarang dipakai, dan yang terakhir adalah menguras dan menutup, berbagai tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, tong air, ember, tempat air minum, dan tempat minum burung/hewan.

Dalam sambutanya Kepala Dinas Kesehatan Tanah Bumbu  melalui staf Seksi  Surveilas dan imunisasi Misranudin, A.Md Kep mengatakan bahwa pogging yang sering di pinta oleh masyarakat tidaklah menyelesaikan masalah, dan pogging bisa dilakukan apabila sudah dilakukan penyelidikan survei lapangan sehingga menghasilkan perhitungan rumus bahwa tempat tersebut dapat atau tidaknya untuk di lakukan pogging fokus.  “ Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk lah yang paling penting dilakukan, Karena Pogging hanya membunuh nyamuk dewasa yang berterbangan sedangkan sarangnya akan membiakkan jentik nyamuk dan menjadi nyamuk dewasa lagi,  maka dari itu saya mengharapkan setiap keluarga  ada satu anggota keluarga yang rutin untuk memantau jentik“ Sambutnya.(jhon)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *