Lima Komplotan Pelaku Curanmor Di Bekuk Polisi

CB, Surabaya  – Setelah melakukan pengembangan kasus tewasnya pelaku Mahmudan alias Geprek (39) yang tewas di Pasuruan oleh Jatanras Polda Jatim saat hendak menjual barang hasil kejahatannya, Kali ini Subdit III Ditreskrimum Jatanras Polda Jatim berhasil meringkus lima orang lagi pelaku pencurian kendaraan bermotor roda empat spesialis mobil yang merupakan Komplotan “Geprek CS” yang ditembak mati petugas Diskrimum Polda Jatim setelah melakukan beberapa aksi pencurian di Wilayah Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Lamongan,Tuban dan Mojokerto.

Saat Konferensi Pers Kasubdit III Jatanras Polda Jatim yang didampingi Humas Polda Jatim Kompol Sutrisno mengatakan, bahwa setelah kami amankan dan kami lakukan pemeriksaan kita tetapkan Lima tersangka lainnya yakni Leonardo Kurniawan (23), Ahmad Jones (21), Dedi Setiawan (24), Matruji (44) serta Mahfud (32).

“Setelah kami lakukan pengembangan kasus dan penyidikan, peran dari pelaku Dedi Setiawan dan Leonardo Kurniawan alias teklik inilah yang mengambil kendaraan Mobilio yang kemarin pada saat penangkapan hasil pencurian hari Sabtu Tanggal 6 Juli 2019 di Gresik dilakukan oleh tiga orang ini, Sedangkan peran Matruji dan Mahfud menyediakan tempat untuk menyimpan barang hasil kejahatan,” Jelasnya saat Konferensi Pers, Selasa (9/7/2019) Pukul 13.30 WIB.Lebih lanjut, AKBP Leonard mengatakan, bahwa Komplotan “Geprek CS” tidak hanya melakukan aksi pencurian mobil dan motor saja, tetapi juga menggasak barang-barang lain yang ada di dalam rumah korbannya yakni Laptop, HP, uang, STNK, bahkan burung kicau diembat juga.

“Saat melakukan aksinya, Komplotan Geprek CS ternyata menggunakan kunci palsu dan peralatan untuk melakukan tindak kejahatannya terhadap sasaran korbannya.

Selain mengamankan tersangka, Ditreskrimum Polda Jatim juga menyita sejumlah barang bukti diantaranya barang elektronik berupa Laptop, 10 kamera kemudian milik orang lain termasuk BPKB dan 10 STNK mobil dan motor, plat nomor yang telah dicopot, berbagai macam tas serta burung berkicau yang nilainya juga lumayan mahal adalah hasil kejahatan para tersangka.

“Kasus pencurian Komplotan Geprek CS ini menghasilkan ratusan juta rupiah. Dari hasil kejahatannya setiap pelaku mendapatkan bagian sekitar Rp 8 Juta,” Pungkas AKBP Leonard M Sinambela, SH.

Dari perbuatan yang dilakukan oleh pelaku, pihak kepolisian Polda Jatim akan menjerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 363 KUH Pidana dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara serta Pasal 480. ( sis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *