Tanah Bumbu Akan Masuk “Satu Data Indonesia”

CB, Tanah Bumbu – Kegiatan Focus  Group Discussion (FGD) Publikasi Daerah dilaksanakan di Soraja Hall 2 Hotel Ebony Batulicin oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tanah Bumbu bersama Pemerintah Daerah setempat belum lama ini

Ketika itu Kepala BPS Tanah Bumbu, Ahmad Muzakir menuturkan bahwa FGD yang dilaksanakan  merupakan finalisasi penyusunan Publikasi Tanah Bumbu Dalam Angka Tahun 2019 sekaligus sebagai upaya bersama dalam peningkatan kualitas data yang dihasilkan sehingga data tersebut akurat, mutahir,terpadu, dapat dipertanggung jawabkan serta mudah diakses,  Tanah Bumbu dalam angka ini merupakan himpunan data-data sektoral dari SKPD Pemkab Tanbu, tuturnya.

Selain itu, Ahmad Muzakir juga menerangkan kedepannya pada tahu 2020 mendatang , perhimpunan data Tanah Bumbu Dalam Angka akan dilakukan melalui Sistem informasi Manajemen  Data secara online. Manfaat dari Simdasi adalah data yang diperoleh bersifat interoperabilitas yang artinya bisa langsung digunakan pertukaran data antar kementrian /lembaga  maupun antar daerah kabupaten/kota /provinsi dan nasional, paparnya.

Pada tahun 2020 nanti, BPS akan melaksanakan Sensus Penduduk yang ke 7 yang merupaka pelaksanaan SP 2020 ini akan menggunakan basis data kependudukan Ditjen Admindik. Pada pelaksanaan  SP2020 akan menggunakan method kombinasi , yaitu tahapan pertama berdasarkan data kependudukan Admindik. Masyarakat mengupdate data diri beesrta keluarga secara mandiri.

Pada kesempatan itu Sekdakab Tanah Bumbu, H. Rooswandi, Salem, SE, M.Sos  mengatakan bahwa atas nama Pemkab Tanah Bumbu dia menyambut baik dan sangay mengapresiasi  atas terlaksananya FGD Publikasi Daerah Dalam Angka Tahun 2019 dan pengelolaan Statistik Sektoral. Menurut Sekdakab Tanbu bahwa FGD sangat penting dan strategis dalam rangka meningkatkan kwalitas  dan kwantitas data yang akurat dalam penyusunan publikasi  Kabupaten Tanah Bumbu dalam angka 2019.

Sekda juga berpesan agar BPS dan Pemerintah Daerah untuk saling bersinergi dan melakukan validasi data bersama –sama agar data yang dihasilkan menjadi akurat. Menurut Sekda jika ketidak akuratan data akan membuat tidak maksimalnya pelaksanaan kebijakan –kebijakan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah.  Keakuratan data sangatlah penting dalam pelaksanaan pembangunan yang tentunya memberikan dampak kongkrit  pada peningkatan kesejahteraan masyarakat , ungkapnya. (Jhon)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *