Lahan Sudah Puluhan Tahun Ditanami Sawit Oleh Perusahaan, Warga Pemilik Lahan Gigit Jari

CB, Kotabaru – Sebagian kecil warga Desa Sungai Bahim, Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru,Kalimantan Selatan mempertanyakan tentang kartu plasma (TBS) Tanda Buah Segar yang masih belum direalisasikan kepada warga pemilik lahan plasma. Padahal tanah tersebut sudah ditanami sawit oleh PT BRI (Bumi Raya Investindo) sejak tahun 2002-2003, akan tetapi hingga saat ini sebagian kecil warga Desa Sungai Bahim tersebut masih belum menikmati hasil buah sawit selaku pemilik lahan karena perusahaan melalui koperasi Sipatuo Sejahtera belum mengeluarkan kartu plasma kepada warga pemilik lahan tersebut.

Salah satu warga Desa Sungai Bahim Kecamatan Pulau Laut Selatan yaitu Muhammad Akib kepada media ini menjelaskan bahwa sejak tahun 2002-2003 dia telah bekerja sama dengan PT BRI (ketika itu belum melibatkan koperasi), dan pada waktu itu Muhammad Akib pun menyerahkan lahan seluas 1 hektare kepada PT BRI (Bumi Raya Investindo) sebagai kerja sama lahan plasma dengan perjanjian pembagian hasil yang telah disepakati bersama dan perusahaan seharusnya telah mengeluarkan kartu plasma (TBS) kepada pemilik lahan.

Akan tetapi hingga saat ini menurut Muhammad Akib dia masih belum pernah menikmati hasil tanda buah segar (TBS) dari perusahaan tersebut.

Ketika Muhammad Akib menemui pimpinan koperasi Sipatuo Sejahtera hanya didapatkan informasi yang tidak jelas. Pimpinan koperasi Sipatuo Sejahtera mengatakan bahwa PT BRI hanya memiliki lahan 2750 hektare sedangkan luas sesuai kartu plasma adalah 9000 hektare, diduga koperasi ini pernah mengeluarkan kartu plasma manipulatif kepada pemilik lahan yang hanya memiliki satu lahan tetapi memiliki dua kartu plasma.Hal ini diduga tidak masuk akal karena pihak koperasi seharusnya bekerja sama dengan pihak kepala desa setempat tentang luas lahan yang sebenarnya. Selain itu Muhammad Akib juga mengatakan bahwa segel asli milik dia telah diserahkan kepada koperasi Sipatuo Sejahtera, ketika diminta kembali tapi pihak koperasi tidak mau menyerahkan segel tanah tersebut.

Untuk luasan antara yang dikerjasamakan 2750 ha dengan luasan kartu yang terbit 9000 ha, itu luasan yang bermasalah di wilayah pulau laut barat sementara posisi lahan milik Muhammad Akib di pulau laut selatan.

Berkaitan dengan masalah ini salah satu warga pemilik lahan yang belum menerima kartu plasma, Muhammad Akib minta solusi kepada pihak Koperasi, tapi pihak Koperasi memberikan solusi yang tidak masuk akal yaitu kalau dipanen pemilik lahan dikasih Rp. 50,-. Muhammad Akib juga mengajukan kepada pihak Koperasi supaya dibuatkan Surat Keterangan bawah untuk sementata waktu lahan yang dimaksud belum bisa diterbitkan Kartu TBS nya. Warga pemilik lahan minta perhatian pemkab Kotabaru guna menyelesaikan masalah lahan tersebut yang telah dikuasai pihak perusahaan (koperasi), dan Muhammad Akib juga mengatakan akan menempuh jalur hukum jika koperasi tersebut tidak memenuhi hak nya yaitu memberikan kartu plasma yang dijanjikan sejak puluhan tahun yang lalu. (jhon)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *