Tari Saman Yonarmed 1 Kostrad Meriahkan Gebyar Merah Putih di Kampung Tentara

CB, (Penkostrad. Jumat, 23 Agustus 2019). Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 1 Roket Kostrad mempersembahkan tari saman dalam acara Gebyar Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-74 RI yang dilaksanakan di Kampung Tentara Rest Area Divif 2 Kostrad yang disaksikan oleh Pangdivif 2 Kostrad, Mayjen TNI Tri Yuniarto, S.AP., M.Si., M.Tr (Han) beserta para pejabat Divif 2 Kostrad dan warga Malang Raya.

Tari Saman adalah sebuah tarian Suku Gayo yang biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair dalam tarian saman mempergunakan bahasa Gayo. Selain itu, biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam beberapa literatur menyebutkan tari saman di Aceh didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo di Aceh Tenggara.

Komandan Resimen Artileri Medan (Danmenared) 1 Kostrad Letkol Arm Didik Harmono mengatakan, bahwa tari saman merupakan tarian yang sangat membutuhkan kerjasama antara tim. Tarian ini biasa dimainkan sebagai tempat menyampaikan nasihat, pesan atau dakwah.

“Tarian ini juga menggambarkan tentang keagamaan, pendidikan, sopan santun, kepahlawanan, kebersamaan dan kekompakan,” ujar Danmenarmed 1Kostrad.

Pakaian atau kostum yang digunakan oleh para penari yaitu menggunakan pakaian adat yang umumnya berwarna cerah dengan hiasan di bagian kepala. Terdapat 3 bagian kostum yang digunakan, yaitu bagian kepala berupa bulung teleng, di badan melekat baju kerawang, cela, dan kain sarung atau jarik. Selain itu di bagian tangan ada topeng gelang dan sapu tangan.

“Keseragaman dan keserasian antara pemain adalah hal penting dalam menampilkan tarian ini. Oleh karena itu pemain dituntut untuk berkonsentrasi penuh dan latihan yang serius agar dapat menghasilkan tarian yang indah dan membuat takjub siapa saja yang melihatnya,” tambah Letkol Arm Didik Harmono.

“Tentunya bukan hanya tugas dari orang Aceh saja yang harus melestarikan kesenian ini, akan tetapi menjadi tugas kita bersama sebagai warga negara Indonesia untuk melestarikan budaya seni tari saman ini. Selamat Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74. MERDEKA !!!!.” Pungkas Danmenarmed1 Kostrad.(Ertin Primawati)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *