Tiap Tanggal 11 Reog Tampil Diseluruh Desa

CB, Ponorogo – Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya.

Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok Warok dan Gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat Reog dipertunjukkan.

Reog adalah salah satu bukti budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.

Dalam melestarikan kesenian dan budaya tersebut, ponorogo tiap tanggal 1, seluruh desa mengadakan kegiatan reog di desa masing masing,sebagai wujud melestarikan kesenian reog yang sudah mendunia.(11/9/2019).

Di desa Karangan,kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo, terlihat masyarakatnya sangat antusias melihat seni reog,jathil dan bujang ganong diperankan oleh masyarakat desa karangan dan ditontonkan di desa tersebut.

“Saya sangat senang dengan adanya dihidupkan kembali seni reog di tiap desa,dengan begini kami para warga khususnya pemuda bisa lebih paham dan tau akan sejarah seni reog,”ujar Santoso.

Sementara ditempat desa bedingin,kecamatan sambit,kabupaten ponorogo,juga menampilkan kesenian reog ditambah dengan gajahan dari desa tersebut.“Kami mendukung penuh pada kegiatan desa dengan mengadakan kesenian reog tersebut,dengan adanya seni ini sekaligus bisa mengajarkan dan menceritakan pada anak kami tentang sejarah ponorogo melalui gerak dan seni ini,,” kata Sri Nuzuliyah.

Jathil adalah prajurit berkuda dan merupakan salah satu tokoh dalam seni Reog.

Jathilan merupakan tarian yang menggambarkan ketangkasan prajurit berkuda yang sedang berlatih di atas kuda.

Tarian ini dibawakan oleh penari di mana antara penari yang satu dengan yang lainnya saling berpasangan.

Ketangkasan dan kepiawaian dalam berperang di atas kuda ditunjukkan dengan ekspresi atau greget sang penari.

“Seni jathil merupakan warisan budaya leluhur kami dan dalam kesenian tersebut bisa digambarkan akan kebersamaan dan ketangkasan para pemainya, semoga lewat kesenian ini budaya dan seni kami selalu mendunia dan menjadi ikon ponorogo sebagai gerbang budaya kami memasuki dunia,”pungkas Lurah Mlilir Amin.(yud)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *