Emil Dardak Lantik Taruna SMK Perikanan dan Kelautan Puger

CB, JEMBER – Sebanyak 217 Calon Taruna Angkatan XIX SMK Perikanan dan Kelautan Puger, Kab. Jember secara resmi dilantik Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menjadi seorang taruna. Pelantikan yang ditandai dengan penyematan pangkat tanda sekolah tersebut dilaksanakan di SMK setempat, Rabu (9/10).

Dalam pesannya, Emil Dardak menyampaikan bahwa keberadaan SMK Perikanan dan Kelautan Puger, Kab. Jember yang dekat dengan kelautan membawa kebanggaan dan ikhtiar yang luar biasa.

Melihat posisinya yang sangat strategis, keberadaan SMK Puger bisa menjadi mentor dan rujukan sekaligus inspirasi bagi SMK lain di Jatim. Tak hanya itu, SMK Kelautan dan Perikanan Puger bisa sharing program dengan Dinas Kelautan dan Perikanan baik kabupaten maupun provinsi.

Sementara itu, terkait selesainya masa pemagangan taruna/taruni dari luar negeri, Emil menegaskan, bahwa Pemprov Jatim bersama sektor industri akan melakukan pemetaan SDM. Pada saat kembali, mereka diharapkan bisa langsung dikoneksikan dengan perusahaan dari Jepang yang ada di Jatim atau di provinsi lain.

“Jadi saat mereka sebelum masa pemagangan berakhir,  kita sudah punya data dan mengkomunikasikan dengan perusahaan yang siap menampung anak-anak yang telah memiliki bekal keterampilan sepulang dari pemagangan dari luar negeri,” imbuhnya.

Tak hanya itu, taruna dan taruni juga diharapkan bisa memanfaatkan seluruh potensi maritim Jatim khususnya di wilayah pesisir selatan. Utamanya dalam pemanfaatan atau pengembangan pelabuhan Puger, Kab. Jember.

“Kita memiliki harapan kepada taruna-taruni untuk membantu pemerintah dalam memanfaatkan seluruh potensi maritim di Indonesia.  Bahkan, lewat SMK Perikanan dan Kelautan ini bisa mencetak siswa yang mengarungi lautan dengan memaksimalkan potensi kekayaan yang ada di Laut,” tegasnya.

Sementara Kepala SMK Perikanan dan Kelautan Puger, Kab. Jember, Drs. H. Kuncoro Basuki mengatakan,  keberadaan SMK Perikanan dan Kelautan Puger setiap tahunnya mengirimkan para taruna-taruni ke luar negeri, khususnya di Jepang untuk mengimplementasikan ilmunya di dunia usaha atau dunia industri (DUDI).

Ia menambahkan, pada saat para taruna berada di Jepang, maka mereka diberikan pengetahuan budaya kerja dan budaya belajar yang baik dan produktif. Diharapkan, sepulang dari pemagangan, mereka bisa mengimpelementasikan ilmunya di Indonesia atau Jatim.

“Target kami, setiap lulusan minimal 70 persen magang di Jepang atau Korea. Kami mohon arahan anak-anak setelah dari Jepang yang telah belajar budaya kerja sekembalinya di Jatim akan diarahkan kemana,” harapnya.  (yit).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *