Dikbud Provinsi Sulteng Laksanakan Diklat.

CB, PALU – (12/11) bertempat di Aula SMK N 3 Palu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah Laksanakan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Diklat Manajemen Bengkel Bagi Guru-guru SMK.

Kegiatan yang dibuka oleh Kabid PTK dan Fasilitasi Tugas Pembantuan, Asrul Achmad, S.Pd., M.Si mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulteng (Irwan Lahace) menyampaikan sambutan mengatakan bahwa keberadaan bengkel yang teratur dan siap untuk digunakan sebagai tempat pembelajaran, dimana proses pembelajaran tersebut merupakan suatu aspek yang sangat penting dalam rangka meningkatkan kompetensi peserta diklat. Oleh sebab itu keberadaan bengkel ini, tentunya juga harus dipastikan selalu dalam keadaan siap untuk di fungsikan sesuai jadwal pemakaiannya.

PKB melalu Diklat Manajemen Bengkel bagi guru-guru SMK ini akan dilaksanakan dengan In-On setara dengan 100 jam pembelajaran dan akan dilaksanakan di 24 Pusat Belajar (PB) yang telah terpilih menjadi mitra PPPPTK BMTI dan tersebar di 12 Provinsi.

PKB Melalui Diklat Manajemen Bengkel bagi Guru-guru SMK ini tentunya bertujuan untuk memberikan bekal bagi para peserta untuk menambah pengetahuan dan keterampilan agar dapat mengelola bengkel yang ada disekolah masing-masing secara efektif dan efisien.

Sehingga apa kita harapkan bisa dapat menghasilkan produk dan kompetensi dalam hal tersusunnya perangkat administrasi pengelolaan bengkel dari sisi penggunaan, penataan, pemeliharaan, dan perbaikan, serta pengembangan fasilitasi dan aktifitas bengkel yang baik untuk sekolah.

Selanjutnya, diterapkannya juga aplikasi pengelolaan bengkel disekolah, meningkatnya pengetahuan dan keterampilan serta kepedulian/sikap dalam pengelolaan bengkel sekolah serta dengan adanya program tindak lanjut implementasi hasil pendidikan dan pelatihan disekolah masing-masing.

Lebih lanjut, Kepsek SMK N 3 Palu “(Drs.Triyono.,M.Pd) menambahkan, untuk
peserta kegiatan adalah guru-guru SMK khususnya guru kejuruan yang saat ini sedang menjabat sebagai kepala bengkel atau laboratorium di SMK dan mereka guru-guru yang dipersiapkan menjadi kepala bengkel, jadi mereka ini calon-calon kepala bengkel yang diberikan pengetahuan keterampilan tentang pengelolaan bengkel. Jadi makanya dibuatkan namanya pengembangan keprofesian berkelanjutan melalui diklat manajemen bengkel-bengkel luas.

Kalau di sekolah teknologi seperti SMK 3 bengkel, Kalau di sekolah yang lain itu bisa laboratorium jadi tergantung dari SMK itu sendiri ciri khasnya apa, yang penting tahu manajemennya sebab katanya, kalau dia tidak tahu manajemen pengelolaan laboratorium atau bengkel maka pengelolaannya pasti tidak sebentar nah ini adalah apa diberi bekal keterampilan dan pengetahuan yang standar bagaimana mengelola laboratorium, bagaimana mengelola bengkel, sehingga dia tahu bagaimana merencanakan dan bagaimana dia membuat 1 jadwal kegiatan di laboratorium atau di bengkel itu bagaimana dia bisa mengelola secara administrasi yang baik.

Jadi ketika ada peralatan ketika ada sarana prasarana yang sifatnya untuk praktek bisa dikelola dengan baik”.
“Pungkasnya”.

Kegiatan ini dihadiri oleh, Kepsek SMK N 3 Palu (Drs.Triyono.,M.Pd) selaku penanggungjawab kegiatan, beserta 40 peserta Guru-guru SMK dari 4 Kabupaten/Kota diantaranya Kota Palu, Kabupaten Sigi,Kabupaten Donggala dan Kabupaten Poso.(kardy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *