Politeknik KP Sidoarjo di Gugat Keluarga Taruna

CB, SIDOARJO – Taruna Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) Sidoarjo semester II jurusan Mekanisasi Perikanan (MP) Lutfian Habibi Kristanto terancam mengalami buta permanen.

Pasalnya, setelah minum oplosan alkohol oleh taruna seniornya berakibat mengalami gangguan kerusakan pada syaraf matanya hampir 85 persen. Kejadian tersebut berlangsung di Kampus Poltek KP desa Buncitan Kecamatan Sedati Sidoarjo pada pertengahan Februari 2019 pukul 22.00 Wib.

Hasil mediasi keluarga korban dengan pihak kampus Poltek KP sudah dilakukan namun, tidak membuahkan hasil .Akhirnya, melalui orangtua korban Lutfian Habibi Kristanto yaitu Bu Sulastri menguasakan kasus tersebut ke Kantor Hukum Faizal and Pantner dan disidangkan di Pengadilan Negeri Sidoarjo dengan no.perkara 317.

Sidang Perdana yang digelar Kamis, (28/11), dengan agenda pemerikasaan pihak tergugat I Direktur Politeknik KP Sidoarjo, Tergugat II Kepala Pusat Pembinaan Karakter ((Pusbinter) Politeknik KP dan Tergugat III Awal Ilham taruna senior Poltek KP. Namun, karena tidak hadirnya pihak tergugat akhirnya sidang ditunda Kamis pekan depan, (3/12).

Kuasa Hukum Penggugat Faizal Achmad, SH,MH dalam keterangan kepada sejumlah awak media menjelaskan, agenda sidang pada hari ini Kamis, (28/11l, adalah sidang pertama kita menggugat Politeknik dan Perikanan Sidoarjo. Tergugat I pak Direktur Politeknik Kelautan dan Perikanan, dan juga Kepala Pusbinter Poltek KP Sidoarjo dan yang ke III yaitu Awal Ilham taruna senior yang telah melakukan, membuat minuman oplosan yang dilakukan kepada korban.

” Dan teman-teman hukum ini kita ajukan, karena dugaan besar Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo tidak bertanggung jawab terhadap pengobatan dan perawatan kepada korban dan tidak ada kepastian hukum, jadi korban ini sekarang sebagai taruna dirumah tidak melakukan apapun dan kerugiannya sangat besar karena tidak bisa melihat atau kebutaan permanen.

Jadi kita menggugat perbuatan melawan hukum ini agar pihak Politeknik bertanggung jawab karena masa depannya (korban) terancam,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskan, Faizal Achmad apalagi yang menggugat ini adalah pihak orang tua yang namanya Bu Sulastri, karena Bu Sulastri hari ini ada acara Bintek karena sebagai guru maka tidak bisa hadir dan sudah dikuasakan kepada kami .Karena pihak tergugat I,II dan III juga tidak hadir maka sidang ditunda hari Kamis depan.

” Sebelumnya, kita juga sudah melakukan upaya hukum mediasi sebanyak 4 kali di kampus Poltek dan di LKBH UM Gresik yang juga partner kami. Namun, tidak membuahkan hasil. Sebenarnya Poltek melalui pak Direktur mengakui adanya kelalaian karena tidak ada CCTV, dan penjagaan malam waktu kronologis peristiwa itu juga pihak keamanan tidak ada yang menjaga.

” ungkap Faizal Achmad,SH.MH bersama tim hukum lainnya yang terdiri dari, Heri Budianto,SH, Iwan Sandi Pangarso,SH dan Moh.Ibrahim,SH. Sementara itu Direktur Politeknik Kelautan dan Perikanan (Politeknik KP) Sidoarjo Muh.Hery R, hingga berita ini diunggah belum bisa dimintai keterangan terkait dengan kasus tersebut.(ncs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *