Arumi Bachsin Berbagi Kunci Sukses Pentingnya Family Quality Time

CB, NGANJUK – Ketua Tim Penggerak PKK Prov. Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak berbagi kunci sukses pentingnya melakukan Family Quality Time atau waktu berkualitas keluarga antara orang tua dengan anak.

“Family Quality Time, harus memanfaatkan waktu yang singkat dan dapat memberikan kesan dan mudah diingat sehingga memberikan perasaan bahagia,” ujarnya saat menyampaikannya pada Workshop Quality Time di Pendopo Kab. Nganjuk, Selasa (3/12).

Arumi menyebut, kunci sukses Quality Time ditentukan oleh peran orang tua. Lewat Quality Time yang dilakukan tersebut, akan membuat anak lebih percaya kepada orang tua, memiliki kedekatan emosi dengan anak dan menjadi sosok pribadi anak yang dihargai. Tak hanya itu, anak akan merasa dicintai, berharga, dipercaya serta mampu mengembangkan interaksi sosial.

Komunikasi juga faktor penting sekaligus penentu bagi keberhasilan Quality Time. Melalui pola komunikasi yang efektif, lewat cara mendengarkan bukan hanya sekedar mendengar, memberikan umpan balik bukan hanya sekedar memuji akan membuat Quality Time lebih berkualitas.

“Saya berpesan kepada bapak dan ibu yang memiliki banyak waktu luang, selalu tingkatkan kualitas lewat interaksi antara orang tua dan anak. Lewat Quality Time tersebut, bisa mengoptimalkan tumbuh kembang anak,” tegasnya.

Menurutnya, Family Quality Time bukan sekadar berkumpul bersama melainkan kegiatan yang harus dilakukan dengan aktivitas yang menyenangkan. Tujuannya, adalah seluruh anggota keluarga merasa bahagia dan nyaman.

Arumi menegaskan, bahwa tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan kualitas Quality Time sendiri adalah kesibukan orang tua bekerja dan kecanduan terhadap teknologi. Seringkali, faktor pekerjaan yang dilakukan orang tua membuat Quality Time tidak bisa dilakukan. Juga, kebersamaan antara keluarga tidak bisa dilakukan jika masing masing orang tua dan anak sibuk dengan gadget atau handphone yang dimiliki.

Istri dari Wagub Jatim itu, mengungkapkan bahwa minimnya Quality Time bisa berakibat anak menjadi tertutup atau pendiam, emosional dan pemberontak. Anak juga tidak menghargai orang tua dan lebih suka berbohong.

Ketua TP PKK Kab. Nganjuk, Hj. Yuni Rahma Hidhayat, SE mengatakan waktu bersama keluarga harus dikedepankan. Terutama kepada orang tua yang memiliki waktu sesibuk apapun harus membagi waktu antara anak khususnya keluarga.

Keluarga adalah pertama dan utama. Dari keluarga pula seorang anak belajar moral etika dan agama. Bangsa yang sangat kuat berawal dari keluarga yang tangguh. Sedangkan, anak anak yang hebat berasal dari keluarga yang hebat dan tanggap. “Kalau keluarga tidak kokoh, maka tidak akan tercipta generasi yang kuat. Untuk itu, kita perlu membangun karakter yang kokoh dalam keluarga guna membesarkan bangsa dan negara,” tutupnya. (yit)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *