Pengukuran Indek Daerah Dalam Penanganan Bencana

CB, SIDOARJO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Sidoarjo, kemarin Rabu,(11/12) menggelar kegiatan di hotel fave jalan Jenggolo Sidoarjo dengan mengambil tema ” Pengukuran Indek Daerah dalam Penanganan Bencana,” yang di ikuti oleh beberapa OPD (Organisasi Perangkat Daerah),TNI dan Polri dan kalangan akademisi seperti Univesrsitas Nahdatul Ulama (UNU) Sidoarjo.

Persoalan bencana penanganannya tidak hanya dilakukan oleh BPBD namun, seluruh steak holder juga harus di libatkan dalam menangani terjadinya bencana sehingga apabila ada daerah yang terkena bencana maka penanganannya cepat teratasi. Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemkab Sidoarjo Mamet Edi,S.Sos usai kegiatan menjelaskan, bahwa kegiatan ini berhubungan dengan kebencanaan Pesertanya dari OPD yang berkontribusi terkait dalam penanganan bencana.

Selain, itu dari TNI, Polri dan kalangan akademisi juga hadir, ” Kegiatan ini, pengisian kuesioner untuk mengukur indek kapasitas daerah dalam soal bencana,” katanya Mamet menjelaskan, ketika terjadi bencana di suatu daerah maka OPD lain juga sigap membantu menanganinya.

Misal, kalau butuh ambulan maka dinas kesehatan siap mengerahkan armadanya termasuk juga OPD lainnya juga sigap terkait dengan penanganan kebencanaan sehingga cepat teratasi.

” Jadi pelimpahan kewenangan sesuai dengan Perda tentang penanggulangan bencana daerah dan Perbup, tentang penanganan penanggulangan bencana ” jelasnya.

Perda nomer 13 tahun 2011 tentang Pembentukan BPBD dan Perbup nomer 3 tahun 2018 tentang pembagian kewenangan, tugas dan fungsi dalam penanggulangan bencana di kabupaten Sidoarjo.

” Peta rawan bencana di Sidoarjo puting beliung yang terjadi biasanya tidak jauh dari lokasi (tambak sawah dan Krian), kalau ada awan Kolumbus hitam diatas ada kemungkinan dibawahnya ada angin puting beliung) maka masyarakat harap hati -hati.” Imbau Memet Edi.(ncs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *